
Insitekaltim, Kukar – Dampak nyata dari gejolak ekonomi global kini mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam apel pagi dan acara Halal Bihalal seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kukar Senin, 14 April 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono memberikan arahan yang menohok terkait kondisi perekonomian saat ini.
Dalam sambutannya, Sunggono menyoroti bagaimana perubahan kebijakan ekonomi di Amerika Serikat dapat berdampak langsung ke daerah.
“Kalau teman-teman rajin mengikuti dinamika perkembangan dunia, di Riau sudah ada kenyataan bahwa ASN dibayar sebagian TPP-nya, bahkan sebagian gajinya tertunda. Ini akibat dari ekonomi global, khususnya Amerika Serikat yang meningkatkan tarif pajak impor,” paparnya.
Kebijakan tersebut, kata dia, mungkin terdengar sepele. Namun realitanya sudah mulai terasa di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya sudah berkeliling ke beberapa OPD dan untuk alat tulis kantor (ATK), karena efisiensi, penggunaannya ditekan hingga 75 persen. Ada yang sudah pakai kertas buram untuk mencetak kuitansi. Ini bukan karena tidak mau beli, tapi karena anggarannya tidak tersedia,” bebernya.
Sunggono menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa keuangan daerah sedang tidak dalam kondisi ideal.
“Sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang ditransfer oleh pemerintah pusat. Dan itu sangat tergantung pada pendapatan negara, yang mana pendapatan negara sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global,” tegasnya.
Ia menambahkan dari sekitar Rp7 triliun hak DBH yang seharusnya diterima Kukar dari total APBD sebesar Rp12,4 triliun, hingga saat ini baru sekitar Rp1,36 triliun yang telah ditransfer.
“Sisanya masih menunggu dan sangat bergantung pada pergerakan ekonomi global,” katanya.
Kondisi ini, sambungnya, makin diperparah dengan melonjaknya harga emas yang kini menembus Rp2 juta per gram dan nilai tukar Dollar Amerika yang menyentuh angka Rp17.000. Indikator ini, menurut Sunggono, mencerminkan bahwa ekonomi global sedang dalam kondisi penuh tekanan dan ketidakpastian.
Dalam situasi seperti ini, ia mengimbau kepada seluruh ASN dan non-ASN untuk tetap fokus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Kita harus tetap profesional dan menjaga semangat kerja meskipun di tengah keterbatasan. Saya minta tolong, kita tetap bekerja sebaik-baiknya,” pintanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta apel untuk mendoakan agar keadaan segera membaik.
“Kita semua berharap situasi ini bisa pulih. Namun, kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan ke depan. Ekonomi dunia sedang tidak stabil, dan efeknya bisa langsung dirasakan sampai ke kita di daerah,” pungkasnya.
Pesan dari Sekda Kukar ini menjadi pengingat penting bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, dinamika ekonomi global bisa dengan cepat menjalar ke pelosok daerah, memengaruhi berbagai aspek pemerintahan dan pelayanan publik. Kepekaan terhadap kondisi global dan kesiapan menghadapi tantangan menjadi kunci agar pemerintahan daerah tetap tangguh di tengah badai ekonomi. (Adv)