
Reporter: Nada – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengatakan bahwa Kaltim kekurangan alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat mengurus pasien terjangkit virus Corona.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Rusman Yaqub memberikan tanggapan.
“Ya mestinya segera ajukan ke Pak Gubernur Kaltim karena sifatnya darurat atau post major. Alokasi dana tak terduga dan kebencanaan kan ada,” ungkap Rusman, sapaannya, yang dihubungi via WhatsApp oleh wartawan Insitekaltim.com, Selasa (3/3/2020).
Mengenai langkah Dinkes Kaltim yang melakukan pengawalan awal terhadap sejumlah orang yang diduga terjangkit virus Corona, Rusman menegaskan mestinya harus sampai pada pengawasan yang ketat.
“Sehingga bisa mengambil langkah-langkah antisipatif, soal anggaran saya kira pak Gubernur dan DPRD tidak ada persoalan untuk mendahului anggaran perubahan karena sifatnya darurat,” katanya.
Terkait akan APD yang kurang, Rusman mengaku bahwa Komisi IV belum ada komunikasi ke Dinkes Kaltim.
“Iya belum, kami pasti mendorong pemerintah dalam hal ini Dinkes untuk segera antisipasi segala kemungkinan yang bisa dilakukan agar mengatasi penyebaran virus Covid-19 ini. Termasuk soal persetujuan anggaran mendahului perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 jika dianggap perlu,” jelasnya.
Rusman juga memberikan respon ketika wartawan Insitekaltim.com menyampaikan adanya penimbunan masker oleh sejumlah oknum kemudian dijual kembali dengan harga hingga ratusan ribu perpacknya. Ia menyampaikan hal tersebut mestinya tidak menjadi kesempatan ditengah-tengah krisis.
“Selain itu sebaiknya dinas terkait melakukan razia dan memberi pemahaman kalau perlu penindakan agar tidak menjual barang-barang tersebutbdi luar batas kewajaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rusman menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim agar tidak perlu khawatir apalagi panik menghadapi Covid-19 yang telah ‘menyentuh’ Indonesia.
“Kita minta kepada lemprov khususnya instansi terkait agar benar-benar mempersiapkan diri baik secara teknis maupun non teknis, agar penanganan penyebaran virus Corona ini bisa kita antisipasi bersama. Masyarakat hendaknya meningkatkan kewaspadaan, jaga kesehatan. Pemerintah dan elemen organisasi kemasyarakatan diharapkan juga bisa bahu-membahu mensosialisasikan bagaimana cara mengahadapi penyeberan virus corona ini,” tutupnya.
