Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja dan memastikan penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Integrasi data pencari kerja dengan kebutuhan industri dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan peluang kerja yang tersedia.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) Samarinda Work Connect yang dibuka Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda itu menjadi wadah koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan untuk memperluas akses informasi lowongan kerja sekaligus meningkatkan efektivitas penempatan tenaga kerja.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa proses perekrutan perlu didukung data yang akurat dan terintegrasi.
Menurutnya, informasi mengenai kompetensi pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan harus menjadi dasar dalam mempertemukan pelamar dengan posisi yang tersedia.
“Penempatan tenaga kerja harus berbasis data. Kita perlu mengetahui kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan agar proses rekrutmen lebih tepat sasaran,” Ungkapnya.
Ia menjelaskan, kesesuaian kompetensi dan kualifikasi menjadi faktor penting agar proses rekrutmen memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sedangkan pencari kerja memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang sejalan dengan kemampuan dan keterampilan mereka.
Karena itu, Saefuddin menilai koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha perlu diperkuat agar informasi kebutuhan tenaga kerja dapat menjadi acuan dalam penyusunan program ketenagakerjaan.
Selain penguatan data, Saefuddin Zuhri turut menyoroti pentingnya memastikan program pelatihan kerja berujung pada peluang penyerapan tenaga kerja.
Ia menilai keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja.
“Pelatihan kerja jangan hanya berhenti pada pemberian sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta pelatihan bisa terserap di dunia kerja dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja sesuai kompetensinya,” ujarnya.
Melalui Samarinda Work Connect, Pemkot Samarinda berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan perusahaan dalam menyelaraskan pelatihan, kebutuhan industri, serta informasi lowongan kerja.
Saefuddin menekankan, kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada penciptaan proses penempatan tenaga kerja yang lebih efektif dan terukur.
Dengan dukungan data yang terintegrasi serta peningkatan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar, upaya memperluas kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan di Kota Tepian diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (ADV)

