Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»BLT Dampak Kenaikan BBM, Basri Rase Yakini Bantuan Tepat Sasaran
    Diskominfo Bontang

    BLT Dampak Kenaikan BBM, Basri Rase Yakini Bantuan Tepat Sasaran

    AdminBy AdminSeptember 7, 202202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak kenaikan  bahan bakar minyak (BBM).

    BLT tersebut akan diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp 300.000 yang diterima dua kali, dengan total sebesar Rp 600.000.

    Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan sebelum BLT tersebut dicairkan akan terlebih dahulu melakukan verifikasi data penerima BLT agar bantuan sosial tersebut tepat sasaran.

    “Data yang ada akan kita cocokan, penerima bantuan itu masyarakat kurang mampu. Data penerima harus tepat sasaran,” kata Basri Rase, Selasa (6/8/2022).

    Sementara itu terkait penyaluran BLT, Basri Rase belum mengetahui secara pasti waktu dan tanggalnya.

    Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

    “Kita menunggu keputusan pusat saja,” jelasnya.

    Data kenaikan harga BBM sudah belaku sejak 3 September 2022 diantaranya pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter dari Rp 7.650 per liter, Pertamax naik menjadi Rp 14.500 dari Rp 12.500 serta solar naik menjadi Rp 6.800 dari Rp 5.150.

    Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan kenaikan BBM untuk mengatasi inflasi tidak berbanding lurus dengan perputaran ekonomi masyarakat.

    “Tanpa perputaran ekonomi yang baik saya kira ini percuma,” tuturnya.

    Oleh sebab itu, tidak hanya pemberian subsidi, namun Pemerintah Kota Bontang harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka peluang kerja di mana- mana.

    “Saya kira buatlah kebijakan yang lebih pro rakyat untuk keseimbangan ekonomi daerah,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Perluas Akses Internet, Diskominfo Bontang Tambah 50 Titik Wi-Fi Gratis

    Oktober 31, 2024

    Daripada ke Media Sosial, Warga Bontang Kini Bisa Lapor ke SP4N-LAPOR!

    September 11, 2024

    Basri Rase Pesan, Masyarakat Bontang Tumbuhkan Sifat Gotong Royong

    Agustus 17, 2022

    Gelar Operasi Ketupat Mahakam 2022, Polres Siapkan 4 Posko Pengamanan Mudik

    April 22, 2022

    Wacana Alih Fungsi Rumah Sakit Tipe D, Tunggu Restu Kejari

    April 20, 2022

    Diskop-UKMP Bontang Gelar Undian Lapak Bagi Pedagang Pasar Taman Citra Mas Loktuan

    April 19, 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.