Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    Oktober 22, 2026

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan
    Pendidikan

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 28, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi saat memaparkan terkait salah satu permasalahan pendidikan di Kaltim. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pengabdian bertahun-tahun belum menjamin kepastian status kepegawaian bagi ratusan guru di Kalimantan Timur (Kaltim). Lebih dari 500 guru disebut masih mengajar di berbagai sekolah tanpa memiliki Surat Keputusan (SK) pengangkatan, sehingga mereka kesulitan memperoleh akses dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah guru dari berbagai daerah di Kaltim mendatangi Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Darlis Pattalongi, untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami.

    Darlis mengatakan, sedikitnya enam guru datang secara langsung mengadukan persoalan status kepegawaian mereka. Sebagian di antaranya telah mengajar selama bertahun-tahun, tetapi belum memiliki SK yang dapat menjadi dasar status sebagai tenaga honorer.

    “Kami kedatangan ada enam orang guru dari berbagai kota, itu mengadukan nasibnya karena mereka tidak ada SK,” ungkap Darlis, Jumat, 28 Agustus 2026.

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengabdian para guru tidak memiliki jalur yang jelas menuju status kepegawaian. Sebagian guru memang memiliki dokumen dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), tetapi dokumen tersebut pada dasarnya hanya menjadi dasar pemberian honor.

    Darlis menyebut jumlah guru dengan kondisi serupa di Kaltim diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.

    “Di Kaltim ini masih ada lebih daripada 500 guru, itu yang tidak jelas statusnya. Honorer pun, ya siapa yang memeriksa? Kan tidak ada SK-nya. Hanya SK dari kuasa pengguna anggaran,” tuturnya.

    Ketiadaan SK pengangkatan tersebut kemudian berdampak ketika pemerintah membuka seleksi PPPK. Guru yang telah lama mengajar tetapi tidak memiliki dokumen kepegawaian sesuai persyaratan akhirnya tidak dapat mengikuti proses rekrutmen.

    Situasi menjadi semakin sulit bagi guru yang telah berusia di atas batas persyaratan seleksi aparatur sipil negara. Darlis menyebut terdapat guru yang mengadu dengan usia 37 tahun, 45 tahun, bahkan hampir memasuki usia 50 tahun.

    “Makanya dia ketika PPPK tidak bisa ikut. Apalagi kalau ASN tidak bisa. Tidak bisa mendaftar. Apalagi kalau usianya sudah melampaui, kan 35 tahun,” katanya.

    Darlis menjelaskan, persoalan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah. Ketika terjadi kekurangan guru, sekolah mengambil langkah cepat dengan merekrut tenaga yang memiliki latar belakang pendidikan dan kemampuan mengajar.

    Namun, proses perekrutan tersebut tidak selalu diikuti dengan penerbitan SK pengangkatan yang memberikan kepastian status.

    Persoalan baru muncul ketika para guru mulai memikirkan keberlanjutan pekerjaan mereka. Selama masih mengajar, mereka memperoleh penghasilan. Namun ketika berhenti, tidak ada kepastian mengenai hak maupun status yang dapat dibawa dari masa pengabdian mereka.

    “Orang ketika berkembang kemudian akan memikirkan masa depannya juga. Gimana kalau begini? Status saya tidak ada. Begitu berhenti mengajar, hilang juga semua penghasilan itu,” tuturnya.

    Darlis mengakui penyelesaian persoalan tersebut tidak sederhana karena pemerintah juga menghadapi kebijakan pembatasan pengangkatan tenaga honorer.

    Karena itu, ia berencana membawa persoalan tersebut dalam pembahasan Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim. Langkah awal yang dinilai penting ialah melakukan pendataan terhadap guru-guru yang belum memiliki status kepegawaian.

    “Saya tadi berkomitmen untuk membawa sebagai sebuah agenda rapat bersama dengan Dinas Pendidikan,” tegasnya.

    Darlis berharap pemerintah dapat memetakan kondisi lebih dari 500 guru tersebut sehingga persoalan status kepegawaian mereka dapat dibahas dan dicarikan jalan keluar.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan S2 Pendidikan Olahraga, Bidik Mahasiswa dari Berbagai Daerah

    Oktober 21, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah penting…

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026

    Hari Santri, Wawali Samarinda Dorong Santri Kuasai Teknologi

    Oktober 22, 2026

    “Bencana Urusan Bersama”, Srikandi BPBD Samarinda Ambil Peran dalam Penanganan Karhutla

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,401 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.