Insitekaltim, Pasuruan– Bawaslu Kota Pasuruan menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan pemutakhiran data pemilih jelang Pemilu 2025. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan 2025 yang digelar di kantor Bawaslu Kota Pasuruan, Rabu, 3 Desember 2025.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah dan kualitas pelaksanaan pemilu. Ia mengajak media berperan aktif sebagai bagian dari pengawasan bukan hanya peliputan.
“Kami berharap Kota Pasuruan tetap kondusif dan pemilunya berkualitas. Media harus ikut melakukan fungsi investigatif, terutama bila menemukan indikasi politik uang. Mari bersama-sama menjalin MoU dan mengawal demokrasi ini. Bawaslu selalu terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas, Marta Affandi, memaparkan perkembangan terbaru data pemilih. Berdasarkan rekapitulasi, jumlah pemilih meningkat dari 154.365 menjadi 156.362 orang, termasuk 1.997 pemilih pemula.
Sementara itu, rekap by name saran perbaikan 2025 mencatat adanya 7 pemilih baru, 7 pemilih pindah masuk, dan 18 pemilih meninggal yang harus segera diperbarui untuk mencegah kecacatan daftar pemilih.
Marta menegaskan bahwa seluruh perubahan data wajib disertai dokumen administrasi yang sah.
“Tidak boleh ada data ganda atau pemilih yang tidak memenuhi syarat. Pengawasan paling awal dimulai dari kelurahan. Semakin rutin kelurahan menyetor data by name by address, semakin kuat komitmen menjaga kualitas daftar pemilih,” tegasnya.
Bawaslu juga menyoroti sejumlah kelurahan di empat kecamatan yakni Kecamatan Panggungrejo, Bugul Kidul, Purworejo, dan Gadingrejo yang dinilai belum maksimal dalam kedisiplinan pelaporan data pemilih. Bawaslu meminta percepatan pembaruan data agar tidak menimbulkan potensi kerawanan pada tahap pemutakhiran.
Rakor ini kembali menegaskan posisi Bawaslu Kota Pasuruan bahwa akurasi data pemilih menjadi prioritas utama.
Melalui evaluasi teknis dan kemitraan dengan media serta elemen masyarakat termasuk mahasiswa, Bawaslu berkomitmen memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan transparan, akurat, dan bebas dari manipulasi menjelang Pemilu 2025.

