Insitekaltim, Samarinda – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil mengukuhkan dominasinya di panggung pendidikan dan prestasi remaja tingkat provinsi. Lebih dari sekadar mahkota dan selempang kemenangan, Arka dan Zevanya hadir dengan membawa misi sosial yang konkret bagi masa depan pelajar di Bumi Etam.

Pada malam penganugerahan yang berlangsung meriah di Samarinda, dua perwakilan terbaik asal Kutim Halomoan Arka Zora dan Zevanya Yiska Merlyni, resmi dinobatkan sebagai jawara dalam ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 kategori SMA.
Kemenangan ganda ini menjadi catatan sejarah baru bagi Kutim, di mana putra dan putri daerahnya mampu bersinergi merebut gelar tertinggi.
Keberhasilan Arka dari SMAN 2 Sangatta Utara dan Zevanya dari SMAN 1 Kaliorang tidak didapatkan dengan instan.
Di balik senyum kemenangan mereka, tersimpan cerita tentang perjuangan melawan keterbatasan mental.
Zevanya, gadis berusia 17 tahun, mengungkapkan bahwa ia harus menempuh perjalanan panjang untuk bertransformasi dari seorang pribadi yang sangat tertutup (introvert).
“Dulu saya orangnya tidak seperti ini, sangat introvert. Tapi melalui usaha dan perjuangan yang konsisten, saya membuktikan bahwa kita bisa melampaui batas diri kita sendiri. Semua ini berkat dukungan orang tua dan anugerah Tuhan,” ujar Zevanya.
Hal serupa dirasakan oleh Arka. Pemuda kelahiran Pematang Siantar, 8 Juni 2008 ini, mengaku tantangan terberat selama masa karantina bukanlah materi perlombaan, melainkan rasa tidak percaya diri (insecure).
“Melihat kompetensi teman-teman finalis lain yang sangat bagus sempat membuat saya merasa kesempatan saya kecil. Namun, saya belajar untuk berani melawan rasa insecure tersebut dan memberikan yang terbaik,” jelasnya.
Proses seleksi tahun ini dirancang sangat dinamis. Selama masa karantina, para finalis menjalani serangkaian agenda yang menguras energi dan pikiran.
Dimulai dari registrasi, para peserta kemudian mendapatkan pembekalan materi intensif di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan mereka adalah kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kunjungan ini bertujuan untuk membuka cakrawala para pelajar mengenai masa depan Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan baru.
Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pembekalan kepribadian serta kunjungan ke mitra strategis seperti Mr. DIY untuk mengasah kemampuan manajerial dan komunikasi.
Memasuki masa jabatan selama satu tahun, kedua pemenang ini tidak ingin sekadar menjadi simbol. Mereka telah merancang program kerja strategis yaitu Pelajar Inspiratif Kalimantan Timur (Pelita Kaltim) yang merupakan program unggulan Zevanya, bertujuan untuk menciptakan ruang bagi pelajar untuk berkembang.
Fokusnya tidak hanya pada nilai akademik, tetapi juga penguatan soft skill seperti teknik komunikasi yang efektif, manajemen waktu yang baik, hingga cara membangun kepercayaan diri.
“Pelita Kaltim hadir untuk menjadi cahaya dan sahabat bagi pelajar,” tambah Zevanya.
Kemudian program Advokasi Anti-Bullying dan Perlindungan Pelajar oleh Arka membawa misi kemanusiaan yang mendalam. Ia berkomitmen untuk menaungi rekan-rekan pelajar yang mengalami pelecehan seksual, perundungan (bullying), hingga kekerasan fisik maupun psikis.
Arka berencana membangun forum diskusi sebagai wadah bagi korban untuk mencari solusi dan mendapatkan dukungan moral.
Keberhasilan ini disambut sukacita oleh pihak sekolah, guru-guru, serta teman-teman di Kutai Timur. Dukungan dari lingkungan pendidikan di SMAN 2 Sangatta Utara dan SMAN 1 Kaliorang terbukti menjadi faktor kunci yang memperkuat langkah Arka dan Zevanya di tingkat provinsi.
Dengan kemenangan ini, Kutai Timur tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga harapan baru bagi dunia pendidikan di Kalimantan Timur.
Arka dan Zevanya kini bersiap untuk mengemban amanah, membawa nama harum daerah, dan membuktikan bahwa pelajar Kutim siap menjadi garda terdepan perubahan.

