Insitekaltim, Samarinda — Keberadaan Taman Kota di Jalan Bung Tomo, Samarinda yang berdekatan langsung dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah dikeluhkan warga. Bau menyengat dari tumpukan sampah membuat taman yang semula diharapkan menjadi ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi warga kini justru sepi pengunjung.

Pantauan di lokasi menunjukkan taman tampak lengang, bahkan pada sore hari yang biasanya ramai dimanfaatkan warga untuk bersantai maupun berswafoto. Aroma tidak sedap dari TPS kerap tercium, terutama saat sampah menumpuk atau belum diangkut dalam waktu lama, sehingga pengunjung enggan berlama-lama berada di area taman.
Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan TPS yang berada sangat dekat dengan taman juga dinilai mengurangi nilai estetika kawasan. Pemandangan tumpukan sampah dan bau menyengat dinilai bertolak belakang dengan fungsi taman sebagai ruang publik yang bersih, asri, dan sehat.
Salah satu warga yang kerap melintas di kawasan tersebut Fauziah mengaku kecewa dengan kondisi taman saat ini. Menurutnya, Taman Bung Tomo memiliki fasilitas yang cukup memadai dan lokasi yang strategis, namun bau sampah membuat warga enggan berkunjung.
“Dulu awal dibuka taman ini ramai pengunjung terutama sore hari, sekarang sudah jarang sekali karena baunya tidak nyaman,” ujarnya Kamis, 15 Januari 2026.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, baik melalui penataan ulang lokasi TPS maupun peningkatan pengelolaan sampah agar tidak mengganggu fungsi taman.
“Sayang sekali tamannya bagus tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Harapannya ada solusi supaya taman ini bisa kembali ramai,” tambahnya.
Warga sekitar berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar persoalan bau sampah dapat segera ditangani. Dengan demikian, Taman Bung Tomo diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman dan menjadi tempat beraktivitas serta berkumpul bagi masyarakat.

