Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti penanganan sekolah yang terdampak banjir khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 24 Jalan Suryanata Kota Samarinda, dengan menegaskan solusi tidak harus selalu berupa pembangunan baru yang dinilai memakan anggaran besar.
Ia mengatakan persoalan banjir di sekolah tersebut sempat memunculkan usulan pemindahan lokasi, dan pembangunan gedung baru. Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung, ditemukan bahwa akar masalahnya bukan pada lokasi sekolah.
“Ternyata penyebabnya hanya aliran air yang tidak lancar, sampai masuk ke dalam sekolah,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Jika solusi yang diambil adalah memindahkan sekolah dan membangun gedung baru, maka anggaran yang dibutuhkan akan sangat besar, mulai dari pembelian lahan hingga pembangunan fisik yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
Padahal menurutnya, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang lebih tepat dan efisien yakni, memperbaiki sistem drainase agar aliran air kembali normal dan tidak lagi meluap ke lingkungan sekolah.
“Kita pindahkan kita beli tanah kita bangun baru, berapa puluh miliar. Padahal yang harus diatasi adalah salurannya,” tegasnya.
Andi Harun menekankan pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi akar masalah sebelum menentukan kebijakan pembangunan, karenanya keputusan yang tidak tepat justru dapat membebani anggaran daerah yang saat ini sedang mengalami tekanan.
Ia juga mengkritisi pola pikir yang cenderung memilih solusi besar tanpa mempertimbangkan efektivitasnya.
“Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan proyek baru, terutama jika masih ada solusi yang lebih sederhana dan tepat sasaran. Kalau masih bisa kita atasi jangan langsung berpikir membangun baru,” terangnya.
Melalui pendekatan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran secara lebih bijak, khususnya dalam penanganan infrastruktur pendidikan.
“Saya tegaskan bahwa pembangunan ke depan harus berorientasi pada penyelesaian masalah secara tuntas, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

