Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat
    DPRD Bontang

    Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat

    SittiBy SittiOktober 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang Muhammad Yusuf.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Kenaikan angka stunting di Kota Bontang pada Agustus 2024 menjadi perhatian serius, terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bontang Lestari yang mencatat prevalensi stunting tertinggi.

    Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di kota ini mencapai 20,6 persen, naik dari 18 persen pada Bulan Juli. Dari 431 anak di wilayah pesisir Bontang Lestari, 166 balita terdiagnosis mengalami stunting.

    Anggota DPRD Kota Bontang Muhammad Yusuf mengemukakan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi masalah ini. Menurutnya, stunting tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

    “Stunting ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau puskesmas. Ini tanggung jawab kita semua, termasuk pemerintah, masyarakat dan DPRD. Saya yang berada di Komisi I DPRD sangat menekankan pentingnya sinergi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Yusuf.

    Salah satu faktor utama penyebab meningkatnya angka stunting di Bontang adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pemantauan kesehatan balita di posyandu. Yusuf menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pemantauan gizi balita. Padahal, langkah ini sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah stunting sejak dini.

    “Kita harus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam memantau kesehatan anak-anak mereka. Jika pemantauan di posyandu berjalan baik, kita bisa mendeteksi lebih awal masalah-masalah terkait gizi,” jelasnya.

    Politikus PKB itu menegaskan bahwa wilayah-wilayah dengan prevalensi tinggi, seperti Bontang Lestari harus menjadi fokus utama dalam penanganan stunting. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus bersama-sama memperkuat program yang mendukung kesehatan balita, terutama di daerah pesisir yang rentan.

    “Kita perlu memperkuat kolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, aparat kelurahan dan organisasi masyarakat, agar program penurunan stunting ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambah Yusuf.

    Ia juga menyampaikan komitmen DPRD untuk mendukung penuh upaya penanganan stunting di Kota Bontang, dengan memastikan alokasi anggaran dan kebijakan yang tepat untuk program kesehatan masyarakat.

    “Kami di DPRD akan mendukung kebijakan yang berpihak pada pengentasan stunting. Semua program yang bermanfaat untuk masyarakat akan selalu kita dorong,” tutupnya.

    DPRD Bontang Muhammad Yusuf Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Agustus 15, 2025

    DPRD Kawal Gratispol dan Jospol untuk Turunkan Stunting Kaltim

    Agustus 11, 2025

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    Juli 4, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Andika SaputraMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu…

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.