Insitekaltim, Samarinda – Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi Kota Samarinda untuk tetap menunjukkan ambisi besar dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendatang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki alokasi anggaran khusus untuk pelaksanaan Porprov.
Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara menyeluruh.
“Memang sampai hari ini kita belum memiliki anggaran untuk Porprov. Ini bukan hanya Samarinda, hampir semua daerah juga mengalami hal yang sama,” ujarnya saat diwawancara, Jum’at 27 Maret 2026.
Meski demikian keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Samarinda untuk tetap bersaing.
Muslimin menegaskan bahwa kekuatan utama bukan hanya terletak pada besarnya anggaran, tetapi juga pada semangat juang para atlet.
Ia bahkan mencontohkan capaian sebelumnya saat Porprov di Berau, di mana Samarinda berhasil meraih gelar juara umum meskipun hanya didukung anggaran yang relatif minim dibandingkan daerah lain.
“Kita sudah buktikan dengan anggaran terbatas kita tetap bisa jadi juara umum. Itu karena semangat dan kerja keras atlet,” tegasnya.
Untuk Porprov mendatang Samarinda diproyeksikan akan mengirimkan sekitar 1.600 atlet dan pelatih. Jumlah ini berpotensi menjadikan Samarinda sebagai salah satu kontingen terbesar dalam ajang tersebut.
Namun jumlah besar tersebut tentu membutuhkan dukungan yang tidak sedikit terutama dalam hal fasilitas, perlengkapan, serta kebutuhan teknis lainnya bagi atlet dan tim pelatih.
Menghadapi kondisi tersebut pemerintah kota membuka peluang dukungan dari pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban anggaran, terutama untuk kebutuhan dasar seperti perlengkapan atlet.
“Kita berharap ada dukungan dari CSR, minimal untuk kebutuhan seperti seragam,” katanya.
Di sisi lain Muslimin juga menyoroti kemungkinan perubahan jadwal pelaksanaan Porprov. Jika pelaksanaan ditunda ke tahun berikutnya maka persiapan dinilai akan lebih maksimal karena dukungan anggaran dapat direncanakan lebih matang.
Namun jika tetap dilaksanakan sesuai jadwal Samarinda menegaskan tetap siap untuk berkompetisi dengan segala keterbatasan yang ada.
“Kalau tetap dilaksanakan, kita tetap ikut. Yang penting semangat tidak boleh turun,” ujarnya.
Menurutnya partisipasi dalam Porprov bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan atlet dan upaya mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Dengan pengalaman yang telah dimiliki serta semangat juang yang tinggi Samarinda optimistis mampu kembali mencetak prestasi meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Target kita tetap yang terbaik. Kita ingin memberikan hasil maksimal untuk Samarinda,” tutupnya.
