Insitekaltim, Samarinda – Pergerakan mahasiswa dituntut tidak sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Peran itu diharapkan dijalankan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda periode 2026–2027.
Dalam konteks pembangunan daerah, keterlibatan mahasiswa menjadi penting untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah tetap mendapat perhatian publik. Kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
PMII juga diharapkan mampu mengambil peran lebih luas melalui gagasan, inovasi, dan keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat serta pembinaan generasi muda.
Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, kader mahasiswa perlu menunjukkan keteladanan melalui integritas, kedisiplinan, dan kemampuan intelektual. Perubahan, dengan demikian, tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peran tersebut sejalan dengan tema pelantikan pengurus PC PMII dan Korps PMII Putri (KOPRI) Kota Samarinda periode 2026–2027, yakni “Menegakkan Keteladanan, Menggerakkan Perubahan”.
KOPRI juga memiliki ruang strategis dalam memperkuat kepemimpinan perempuan muda, terutama melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kepengurusan baru, PMII diharapkan dapat memperkuat kontribusi mahasiswa dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Samarinda. (ADV)

