Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Maret 31, 2026

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Kaltim»Abdunnur, Kalau Bukan Kita yang Merawat, Siapa Lagi?
    Kaltim

    Abdunnur, Kalau Bukan Kita yang Merawat, Siapa Lagi?

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 14, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu: Ketua Umum DPP Pusaka, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur saat menyampaikan sambutan (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Umum DPP Pusaka Abdunnur menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam merawat warisan budaya Kalimantan Timur (Kaltim) pada Seminar Budaya Warisan Budaya Kalimantan Timur: Pelestarian, Tantangan dan Regenerasi yang digelar di Ruang Mancong, Hotel Mesra Jalan Pahlawan, Sabtu, 14 Februari 2026.

    Dalam sambutannya, Abdunnur menyampaikan bahwa Pusaka atau Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Kaltim hadir sebagai wadah pemersatu dalam menjaga identitas dan jati diri budaya daerah.

    “Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi?” tegasnya di hadapan peserta seminar.

    Ia menekankan menjaga bumi berarti membangun peradaban, dan merawat budaya sama halnya dengan mengembangkan peradaban itu sendiri sebagai bagian dari sistem pembangunan bangsa.

    Menurutnya, budaya tidak boleh dipandang sebagai pelengkap, melainkan fondasi dalam membentuk karakter dan arah pembangunan.

    Abdunnur juga menyinggung perubahan zaman yang berdampak pada pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Jika dahulu masyarakat menjadi pelaku budaya dalam keseharian, kini anak-anak muda dinilai semakin banyak terpengaruh budaya luar hingga perlahan melupakan akar budayanya sendiri.

    Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa dalam seminar tersebut. Menurutnya, generasi muda khususnya Gen Z, memiliki peran sebagai agent of change yang mampu mengimbangi derasnya arus informasi dan budaya global.

    “Gen Z inilah yang bisa meng-counter dahsyatnya informasi dan budaya luar. Kalau yang lama tidak dijaga, akan hilang,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti seminar ini harus mendapat dukungan luas agar berjalan konsisten. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah, termasuk dalam mendorong media untuk menyebarluaskan informasi terkait pelestarian budaya.

    “Ini menjadi komitmen kita bersama, dan Pusaka sebagai wadahnya. Mari saling menguatkan, bersama-sama pemerintah, untuk mempertahankan budaya kita,” pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Harian DPP Pusaka sekaligus ketua panitia Asia Muhiddin menyampaikan, seminar ini lahir dari rasa keprihatinan terhadap kondisi generasi saat ini yang dinilai semakin tidak mengenal budayanya sendiri.

    “Seiring berjalannya waktu generasi sekarang tidak tahu, tidak melihat, dan tidak mengenal budayanya sendiri,” terangnya.

    Meski demikian, ia menegaskan pelestarian budaya bukan berarti menolak modernisasi atau ingin memutar kembali masa lalu. Namun, masyarakat tidak boleh berdiam diri ketika modernisasi perlahan menggerus budaya lokal.

    “Bukan berarti kita ingin memutar jarum jam ke belakang. Tapi apakah kita harus berdiam diri saat modern menggerus budaya kita?” katanya.

    Asia juga menilai bahwa budaya memiliki potensi strategis apabila dikelola dengan baik. Selain tetap terjaga, budaya juga dapat menjadi daya tarik wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Jika budaya bisa dikelola dengan baik, maka bisa menarik wisatawan dan budaya tetap dipertahankan,” jelasnya.

    Ia berharap seminar ini menjadi langkah awal untuk agenda-agenda kebudayaan berikutnya yang lebih berkelanjutan.

    “Yang paling penting adalah bagaimana menapakkan tangga hari ini untuk langkah-langkah seminar lainnya ke depan,” tutupnya.

     

    Abdunnur Budaya Kaltim Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rektor Unmul Soroti Sinergi Kampus–Pemprov di Tengah Evaluasi Janji Pendidikan Gratis

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026

    Ratusan Warga Batu Timbau Kehilangan Tempat Tinggal, Bantuan Darurat Segera Digelontorkan

    Maret 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Ratu ArifanzaMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kritik soal minimnya sosialisasi program pendidikan gratis, pandangan berbeda disampaikan…

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026

    Usai Diskusi, Seno Aji Respons Aksi Mahasiswa dan Siapkan Call Center Pendidikan Gratis

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Maret 31, 2026

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026

    Usai Diskusi, Seno Aji Respons Aksi Mahasiswa dan Siapkan Call Center Pendidikan Gratis

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.