Insitekaltim, Samarinda – Upaya pencegahan stunting di Kota Samarinda terus diperluas. Kali ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda menghadirkan inovasi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Non-Nutrisi yang menyasar peningkatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Program yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tanggal 5 tersebut akan menyasar 30 keluarga risiko stunting (KRS) di Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Sungai Kunjang.
Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan program GENTING Non-Nutrisi merupakan pengembangan dari sejumlah intervensi yang telah dilakukan sebelumnya, seperti jaminan kesehatan, rumah layak huni, dan penyediaan akses air bersih. Kini, peningkatan ekonomi keluarga menjadi salah satu fokus tambahan.
“Program ini akan kita lakukan di Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Sungai Kunjang dengan jumlah 30 keluarga risiko stunting. Sebanyak 16 keluarga dari Sungai Kunjang dan 14 keluarga dari Samarinda Seberang,” ungkap Deasy.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 24 pendamping akan dilibatkan. Mereka berasal dari Tim Penggerak PKK, baik tingkat kecamatan maupun kelurahan, penyuluh KB (PLKB), serta kelompok UP2KA atau Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan keterampilan bercocok tanam di pekarangan rumah. Setiap keluarga sasaran akan mendapatkan bantuan tiga jenis bibit tanaman, yakni tomat, terong, dan cabai.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga diharapkan mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri. Bahkan, jika hasil tanaman melimpah, produk tersebut berpeluang menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga.
“Setidaknya hasil dari pekarangan itu bisa digunakan untuk kebutuhan sendiri di rumah atau bahkan bisa dijual. Memang membutuhkan waktu, tetapi paling tidak 30 keluarga ini nantinya akan kita masukkan ke dalam kelompok UP2KA,” jelasnya.
Tak berhenti pada pemberian bibit dan pelatihan, DPPKB Samarinda juga menyiapkan pendampingan serta pemantauan selama satu tahun.
Pemantauan akan dilakukan melalui Pokja III PKK, UP2KA, dan para penyuluh KB untuk memastikan tanaman yang diberikan benar-benar dikelola dan memberikan manfaat bagi keluarga.
Sebanyak 30 keluarga tersebut tersebar di empat kelurahan di wilayah sasaran. Pendampingan diharapkan mampu mendorong keluarga agar tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga dapat mengembangkan hasil pekarangan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui GENTING Non-Nutrisi, pencegahan stunting tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyentuh kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Sebab, peningkatan ketahanan pangan rumah tangga dan pendapatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak. (ADV)

