Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran rumah kerap berawal dari hal sederhana yang luput dari perhatian, mulai dari peralatan elektronik yang dibiarkan menyala hingga penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai kapasitas.
Untuk mencegah risiko tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda meminta agar masyarakat lebih disiplin menerapkan langkah pencegahan kebakaran sejak dari lingkungan rumah tangga.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Disdamkar Kota Samarinda, Hendra AH. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan sumber panas seperti setrika, kompor, dan peralatan elektronik lainnya dalam kondisi menyala tanpa pengawasan.
Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila terjadi panas berlebih atau gangguan pada perangkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan peralatan yang menghasilkan panas dalam kondisi aman ketika tidak digunakan. Jangan meninggalkan setrika atau kompor menyala tanpa pengawasan, karena kelalaian kecil dapat berakibat fatal,” Ungkap Hendra. Rabu, 4 November 2026.
Selain itu, penggunaan telepon pintar atau smartphone saat sedang diisi daya, terutama ketika berada di tempat tidur, juga perlu dihindari. Masyarakat disarankan tidak menggunakan perangkat elektronik secara berlebihan ketika proses pengisian daya berlangsung serta memastikan pengisi daya dan kabel dalam kondisi baik.
“Penggunaan perangkat elektronik harus tetap memperhatikan aspek keselamatan. Hindari menggunakan smartphone yang sedang di-charge, apalagi ketika beristirahat di tempat tidur. Pastikan juga pengisian daya dilakukan di tempat yang aman dan tidak mudah tertutup benda yang dapat menahan panas.” Ucap Hendra.
Perhatian berikutnya adalah penggunaan terminal listrik atau stop kontak. Hendra juga meminta agar tidak menghubungkan terlalu banyak perangkat pada satu terminal secara bertumpuk karena dapat menyebabkan beban listrik berlebih, panas berlebihan, hingga memicu korsleting dan kebakaran.
“Jangan membebani satu stop kontak dengan terlalu banyak sambungan. Gunakan instalasi listrik sesuai kapasitasnya dan segera periksa apabila ditemukan kabel terkelupas, sambungan longgar, atau tanda-tanda panas berlebihan,” Ujarnya.
Melalui edukasi pencegahan tersebut, Disdamkar Samarinda berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan rumah tangga dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama demi melindungi keluarga serta lingkungan tempat tinggal,” Pungkasnya. (ADV)

