Insitekaltim, Samarinda – Lingkungan yang bersih dan fasilitas sanitasi yang layak menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya dimulai dari kebiasaan pribadi, tetapi juga dari lingkungan rumah yang mendukung tumbuhnya kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Atas dasar itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Sanitasi Jamban Sehat bagi masyarakat penerima bantuan jamban sehat di Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, kesehatan keluarga, serta sanitasi lingkungan.
Edukasi ini juga diarahkan untuk memastikan bantuan jamban sehat dapat dimanfaatkan secara optimal dan diikuti dengan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menyampaikan penyediaan fasilitas sanitasi perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara menjaga kebersihan dan menggunakannya sesuai standar kesehatan.
“Bantuan jamban sehat tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas, tetapi juga harus diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat. Kami ingin setiap keluarga memahami pentingnya menjaga kebersihan jamban, lingkungan rumah, dan menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari,” Ungkapnya kepada awak media.
Menurut Deasy, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan langkah mendasar dalam membangun keluarga yang sehat. Kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban yang memenuhi standar kesehatan, memiliki peran penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, Deasy menyebutkan sanitasi jamban yang layak menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Penggunaan jamban sehat juga perlu disertai pemeliharaan secara rutin sehingga fasilitas yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, edukasi kepada penerima bantuan menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya menerima manfaat fasilitas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawatnya.
“Kesadaran menjaga sanitasi harus tumbuh dari lingkungan keluarga. Jika setiap keluarga membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat serta merawat fasilitas jamban yang dimiliki, maka lingkungan tempat tinggal akan menjadi lebih bersih, nyaman, dan mendukung kesehatan bersama,” Jelasnya Deasy.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, DPPKB Kota Samarinda berharap masyarakat Kelurahan Pasar Pagi dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara konsisten.
Dengan demikian, bantuan jamban sehat tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fasilitas, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun keluarga berkualitas melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sebab, keluarga yang sehat berawal dari lingkungan yang terjaga serta kebiasaan baik yang diterapkan secara berkelanjutan. (ADV)

