Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    Oktober 30, 2026

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah
    Kesehatan

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    AminahBy AminahOktober 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi sanitasi di kawasan permukiman bantaran Sungai Karang Mumus, Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Capaian program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum merata. Sejumlah daerah masih memiliki indikator kesehatan lingkungan yang belum memenuhi target, mulai dari sanitasi hingga pengelolaan sampah.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengakui masih terdapat kabupaten dan kota yang capaian indikatornya belum sesuai target. Bahkan, beberapa di antaranya masih berada di bawah ukuran keberhasilan yang telah ditetapkan.

    “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena sehat itu sifatnya abstrak, kita harus mengonkretkannya melalui indikator yang bisa diukur. Dengan begitu, kita bisa mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujar Ishak di Samarinda, Jumat, 30 Oktober 2026.

    Program Kabupaten/Kota Sehat tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan penghargaan. Ukuran keberhasilannya justru harus terlihat dari kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal, belajar, dan beraktivitas.

    “Kita tidak bisa hanya berpikir bahwa Kabupaten/Kota Sehat ini adalah lomba untuk mendapatkan penghargaan. Kalau masih ada yang berpikiran seperti itu, tentu pemikiran tersebut keliru,” tegasnya.

    Lingkungan sehat tidak cukup dimaknai sebagai kondisi bebas penyakit. Masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman, sekolah yang mendukung kesehatan, serta ruang bermain yang layak bagi anak-anak.

    Untuk mencapai kondisi tersebut, penyelenggaraan KKS harus memperhatikan sembilan tatanan beserta kriteria dan indikator pada masing-masing bidang.

    Indikator diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengukur capaian, mengidentifikasi kekurangan, dan menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

    Salah satu persoalan yang disoroti adalah praktik buang air besar sembarangan atau BABS. Ishak meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat upaya penghentian praktik tersebut.

    Pengelolaan sampah di lingkungan permukiman juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebersihan dan kesehatan masyarakat.

    Persoalan sanitasi dan sampah tidak cukup diselesaikan melalui program sesaat. Pemerintah daerah perlu memastikan fasilitas dan sistem pengelolaannya berjalan, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebersihan lingkungan terjaga secara berkelanjutan.

    Karena itu, Ishak menekankan perlunya koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

     

    Andi Muhammad Ishak Dinkes Kaltim Kabupaten/Kota Sehat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    AminahOktober 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Capaian program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum merata. Sejumlah…

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Novan Jelaskan Keterlambatan Pembayaran Pemkot Samarinda, Terkendala Kas Daerah

    Oktober 30, 2026

    Empat Pembangkit Listrik Bermasalah, Pemadaman Bergilir Samarinda Berlanjut hingga Desember

    Oktober 30, 2026
    1 2 3 … 3,417 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.