Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Novan Jelaskan Keterlambatan Pembayaran Pemkot Samarinda, Terkendala Kas Daerah

    Oktober 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun
    Kesehatan

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    AminahBy AminahOktober 30, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Genangan air yang terbentuk setelah hujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti apabila dibiarkan. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan meningkat pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

    Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini, terutama dengan memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan rumah.

    Prediksi tersebut didasarkan pada pola kasus DBD dalam lima tahun terakhir. Puncak penularan biasanya terjadi sekitar satu hingga satu setengah bulan setelah musim hujan mulai berlangsung secara masif.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Andi Muhammad Ishak, mengatakan apabila curah hujan meningkat pada November hingga Desember, potensi lonjakan kasus perlu diantisipasi pada bulan berikutnya.

    “Jika musim hujan mulai masif pada November hingga Desember, maka satu hingga satu setengah bulan berikutnya, yaitu sekitar Desember dan Januari, kita harus siap siaga menghadapi potensi puncak kasus,” kata Ishak di Samarinda, Jumat, 30 Oktober 2026.

    Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Ishak menyebut kasus DBD di Kaltim masih tergolong tinggi, dengan angka Case Fatality Rate (CFR) mendekati satu persen. Angka ini menunjukkan masih adanya pasien DBD yang meninggal dunia.

    DBD sebenarnya dapat dicegah sehingga risiko kematian bisa ditekan. Karena itu, upaya pengendalian tidak boleh hanya dilakukan ketika kasus sudah ditemukan atau pasien mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan.

    Salah satu langkah yang diminta diperkuat adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak di seluruh kabupaten dan kota. Dinkes Kaltim mendorong kembali gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) untuk memastikan lingkungan tempat tinggal tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

    Pencegahan juga perlu dilakukan secara konsisten di berbagai lingkungan masyarakat, bukan hanya mengandalkan kegiatan pemberantasan nyamuk ketika terjadi peningkatan kasus.

    Selain gerakan di tingkat rumah tangga, Dinkes Kaltim mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pemetaan wilayah rawan DBD. Pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) dinilai penting untuk mengetahui daerah rentan serta titik konsentrasi kasus atau hotspot.

    Data surveilans dan kajian entomologi juga perlu dimanfaatkan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi lebih intensif. Dengan begitu, kegiatan pencegahan tidak dilakukan secara umum, tetapi diarahkan berdasarkan tingkat kerawanan setiap daerah.

    “Perlunya sistem peringatan dini yang mempertimbangkan faktor cuaca. Informasi prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi peningkatan penularan,” jelas Ishak.

    Langkah tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat. Sebab, peningkatan kasus yang tidak diantisipasi sejak awal berisiko menambah beban pelayanan kesehatan, terlebih jika pasien terlambat mendapatkan penanganan.

    Dinkes Kaltim pun meminta pemerintah kabupaten dan kota, fasilitas kesehatan, serta masyarakat memperkuat kolaborasi dalam pengendalian DBD.

    “Pemantauan jentik, pemberantasan sarang nyamuk, dan pengawasan kasus perlu berjalan beriringan menjelang periode yang diprediksi menjadi puncak penularan,” tandasnya.

     

    Andi Muhammad Ishak DBD Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinkes Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    AminahOktober 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai memperkuat fondasi kelembagaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat…

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Novan Jelaskan Keterlambatan Pembayaran Pemkot Samarinda, Terkendala Kas Daerah

    Oktober 30, 2026

    Empat Pembangkit Listrik Bermasalah, Pemadaman Bergilir Samarinda Berlanjut hingga Desember

    Oktober 30, 2026

    Jadi Pilot Project Nasional, Terowongan Samarinda Kejar Sertifikat Laik Fungsi pada Akhir 2026

    Oktober 30, 2026
    1 2 3 … 3,416 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.