Insitekaltim, Samarinda – Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Samarinda pada 2027 dipastikan tetap dianggarkan, tetapi besaran dana dan jumlah rumah yang akan diperbaiki belum ditetapkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menyesuaikan rencana program dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, keberlanjutan program bedah rumah akan bergantung pada kondisi keuangan daerah. Ia memastikan anggaran tetap disiapkan, meski belum dapat menyebutkan nilai yang akan dialokasikan.
“Saya pastikan ada, cuma tidak tahu besaran nilainya,” kata Andi Harun saat ditanya mengenai target penanganan RTLH pada 2027, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ketidakpastian anggaran tersebut menjadi tantangan di tengah data sekitar 21 ribu rumah yang masuk kategori RTLH di Samarinda.
Dengan kebutuhan penanganan yang diperkirakan mencapai Rp30 juta per rumah berdasarkan perhitungan dalam Peraturan Wali Kota, jumlah RTLH yang terdata menunjukkan besarnya kebutuhan pendanaan. Namun, angka 21 ribu rumah itu belum menjadi jumlah penerima bantuan yang ditetapkan.
Di tengah keterbatasan APBD, Pemkot Samarinda juga mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat. Andi Harun mengungkapkan, Samarinda memperoleh penghargaan atau reward dari Kementerian Dalam Negeri senilai Rp5 miliar yang berpotensi digunakan untuk membantu sekitar 250 unit melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Reward sebanyak Rp5 miliar. Kira-kira bisa mengakomodir sekitar 250 BSPS dari RTLH kita yang ada,” ujarnya.
Meski demikian, belum dipastikan apakah dana tersebut akan direalisasikan untuk pengerjaan pada tahun ini atau digunakan pada periode berikutnya. Kepastian waktu pelaksanaan menjadi penting agar bantuan tersebut dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan rumah layak huni.
Andi Harun menegaskan, program perbaikan RTLH tetap menjadi bagian dari penganggaran pemerintah kota. Namun, ia mengakui kondisi APBD membatasi kepastian nilai yang dapat disediakan.
“Jadi soal apa pun yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bedah rumah dari RTLH, itu tergantung keadaan anggaran kita tahun 2027,” tuturnya.

