Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan sistem digital untuk pendataan dan verifikasi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026. Sistem ini disiapkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menjaga sportivitas dan mencegah persoalan keabsahan atlet.
Wakil Ketua II KONI Kaltim Dandri Dauri mengatakan, pihaknya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta pihak ketiga sebagai penyedia aplikasi untuk mendukung proses pendataan.
“Dengan sistem digital, transparansi kita dalam pesta olahraga ini bisa dijaga. Sportivitas harus sama-sama kita junjung, sehingga ada fair play dan keterbukaan,” ujar Dandri ditemui di ruang kerjanya Koni Kaltim, Rabu, 16 September 2026.
Ia menjelaskan, peserta Porprov merupakan kontingen KONI kabupaten dan kota, dengan pengurus cabang olahraga di daerah sebagai unsur pendukung. Karena itu, proses pendataan dan verifikasi perlu dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan di tengah penyelenggaraan.
Dandri menyinggung kasus pada Porprov sebelumnya di Berau, ketika seorang atlet yang membela kontingen Berau diketahui berasal dari luar Kaltim. Atlet tersebut meraih sembilan medali pada cabang renang, sebelumU diprotes oleh Kutai Timur.
Menurutnya, pembuktian saat itu menunjukkan atlet tersebut berasal dari luar Kaltim. Dandri mengatakan terdapat sanksi dan mekanisme pertandingan ulang, namun mengaku tidak mengetahui secara rinci bentuk sanksi yang dijatuhkan karena bukan bagian dari kepengurusan yang menangani kasus tersebut.
Ia mengatakan, aturan terkait atlet dari luar Kaltim sebenarnya sudah ada, tetapi proses pendataan sebelumnya masih dilakukan secara manual. Melalui sistem digital, verifikasi diharapkan bisa dilakukan lebih transparan, termasuk memeriksa data KTP, usia, serta rekam jejak prestasi atlet.
KONI Kaltim juga memiliki catatan sekitar 113 atlet asal Kaltim yang pernah meraih medali emas PON, baik dalam nomor perorangan maupun beregu.
Total atlet dari 10 KONI kabupaten dan kota yang perlu diinput diperkirakan mencapai 9.800 orang. Dari jumlah tersebut, Samarinda menjadi kontingen dengan data terbanyak, yakni sekitar 1.700 atlet. Namun, proses input data Samarinda disebut belum sepenuhnya rampung.
KONI Kaltim membuka waktu penginputan data oleh KONI kabupaten dan kota mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Selanjutnya, KONI Kaltim melakukan verifikasi pada malam hari.
Ia mengakui, kendala jaringan internet di wilayah pelosok berpotensi menghambat proses pendataan. Karena itu, pihaknya memberikan ruang waktu bagi daerah untuk menyelesaikan input data.
Dalam proses pendaftaran, terdapat dua skema yang digunakan, yakni entry by name dan entry by number. Pada skema entry by name, atlet yang lolos kualifikasi telah tercatat beserta nama dan asal kontingennya, berdasarkan hasil babak kualifikasi.
Sementara itu, entry by number digunakan untuk cabang olahraga yang melaporkan jumlah peserta atau nomor yang diikuti terlebih dahulu, sedangkan nama atlet yang akan bertanding dapat menyusul sesuai ketentuan.
Hingga saat ini jumlah cabang olahraga yang ditetapkan untuk Porprov VIII Kaltim mencapai 59 cabang olahraga, ditambah lima cabang olahraga mandiri, sehingga totalnya menjadi 64 cabang olahraga.
“Sekarang tinggal matangkan nomor tanding,” tandasnya.

