Insitekaltim, Samarinda – Kualitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai membaik setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilakukan secara intensif melalui pemadaman dari darat dan udara.
Berdasarkan pemutakhiran data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim pada Selasa, 8 September 2026, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk parameter PM2.5 berada dalam kategori sedang.
Kondisi tersebut membaik dibandingkan sehari sebelumnya, dimana pada Senin, 7 September 2026 kualitas udara Kaltim sempat berada dalam kategori tidak sehat.
Perbaikan kualitas udara tersebut seiring dengan pemadaman yang dilakukan secara intensif di sejumlah titik api aktif atau firespot. Ribuan personel Satgas Darat dikerahkan di sejumlah wilayah krusial, di antaranya Paser, Berau, hingga Samarinda.
Penanganan juga diperkuat melalui operasi water bombing untuk menjangkau area kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat. Helikopter penanggulangan bencana tercatat melakukan hingga 33 kali water drop di area yang mengalami kondisi kritis.
Meski indikator kualitas udara telah membaik, Satgas Gabungan diminta tetap bersiaga. Sebanyak 4.068 personel masih dikerahkan di lapangan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru di tengah kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung.
BPBD Kaltim bersama jajaran kabupaten/kota juga terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap potensi karhutla.
Masyarakat turut diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun untuk menjaga kualitas udara Kaltim tetap aman dan sehat.

