Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    FIFA Kucurkan USD 5,4 Juta, PSSI Bangun Pusat Pelatihan Nasional di IKN

    September 6, 2026

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang

    September 6, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang
    Pemerintah

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang

    IraBy IraSeptember 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Papan Informasi Terminal 2E Bandara Soetta terlihat beberapa penerbangan dibatalkan (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten kembali diperpanjang penutupannya hingga pukul 13.30 WIB, Minggu, 6 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi dan dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

    Perpanjangan penutupan dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah sebelumnya operasional Bandara Soetta dihentikan sementara sejak pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran abu vulkanik masih terpantau di sekitar wilayah penerbangan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.

    Penutupan wilayah udara tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil paper test pada Minggu pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik,” ujar Lukman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

    Kemenhub juga berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik.

    Dampak penutupan wilayah udara pada periode pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB cukup signifikan. Sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak, dengan total 22.798 penumpang yang ikut terdampak.

    Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu rute dengan jumlah pergerakan pesawat terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan.

    Sementara pada penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat sebagai rute dengan dampak terbesar, mencapai 11 pergerakan pesawat.

    Secara keseluruhan, penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Sejumlah rute yang terdampak antara lain Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).

    Adapun penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak meliputi Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya.

    Kemenhub menegaskan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

    Kondisi tersebut juga membuat maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan, rotasi pesawat, serta penanganan penumpang. Penumpang diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing dan menyiapkan waktu perjalanan lebih panjang akibat potensi perubahan jadwal.

     

    Abu Vulkanik Bandara Soetta Gunung Anak Krakatau Kemenhub Lukman F Laisa Rute Penerbangan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    FIFA Kucurkan USD 5,4 Juta, PSSI Bangun Pusat Pelatihan Nasional di IKN

    September 6, 2026

    Soal Pajak hingga Penyalahgunaan Dana, DPD RI Siap Libatkan BPK

    September 5, 2026

    Dashboard Digital Proyek Samarinda Bakal Tampilkan Deviasi hingga Mutu Pekerjaan

    September 5, 2026

    Kemarau Panjang Bikin Mahulu Waspada, Pemprov Kaltim Salurkan 52 Ton Beras

    September 5, 2026

    Pasokan Air Samarinda Masih Aman, Benanga Jadi Titik Pantau di Tengah Kemarau

    September 5, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    FIFA Kucurkan USD 5,4 Juta, PSSI Bangun Pusat Pelatihan Nasional di IKN

    R’syaSeptember 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – PSSI memperkuat pembangunan sepak bola nasional melalui kemitraan dengan FIFA yang mencakup…

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang

    September 6, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026

    Tak Hanya Jalan Sehat, PWI Kaltim Bawa Semangat Sehat hingga Peduli Sesama

    September 6, 2026

    Satu Langkah, Banyak Generasi: Jalan Santai PWI Kaltim Rajut Kebersamaan

    September 6, 2026
    1 2 3 … 3,322 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.