Insitekaltim, Samarinda – Efisiensi anggaran menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk tetap menjalankan pembangunan fasilitas publik di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meresmikan sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Samarinda, Senin, 31 Agustus 2026 yang dipusatkan di Rumah Sakit I.A. Moeis Samarinda.
Pemkot Samarinda meresmikan empat puskesmas (Harapan Baru, Sungai Kapih, Mangkupalas, dan Bantuas) hasil transformasi serta sejumlah fasilitas kesehatan di RS I.A. Moeis, termasuk fasilitas kesehatan ibu dan anak, gedung gizi, dan gedung layanan promosi kesehatan.
Andi Harun mengatakan, transformasi fasilitas kesehatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Salah satunya Puskesmas Harapan Baru yang disebut berhasil memperoleh akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai tingkatan akreditasi tertinggi untuk puskesmas.
“Puskesmas ini tadinya sama sekali kurang layak, tapi setelah kita melakukan transformasi bukan naik satu dua tingkat, tapi langsung mendapatkan akreditasi paripurna,” ujar Andi Harun.
Peresmian sejumlah fasilitas dilakukan secara bersamaan sebagai bentuk efisiensi, agar tidak menimbulkan biaya tambahan apabila setiap fasilitas diresmikan secara terpisah.
Menurutnya, efisiensi juga diterapkan pada belanja pemerintah yang dinilai tidak menjadi prioritas. Ia mengatakan Pemkot Samarinda telah memangkas belanja makan-minum dan perjalanan dinas hingga lebih dari 95 persen.
“Kalau kita berhemat, berefisiensi dengan cara yang benar, maka insyaallah kegiatan-kegiatan mandatori yang sifatnya layanan publik betul-betul bisa kita laksanakan,” katanya.
Penghematan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting bagi masyarakat, seperti pembangunan puskesmas dan infrastruktur jalan.
Ia menegaskan efisiensi anggaran bukan berarti pemerintah berhenti melakukan pembangunan. Sebaliknya, anggaran diarahkan dari belanja yang dianggap tidak penting dan tidak prioritas kepada kebutuhan masyarakat.
“Yang diminta itu bukan berhenti belanja, hanya berhemat untuk belanja-belanja yang tidak penting, tidak prioritas supaya kita bisa sisihkan untuk membelanjakan hal-hal yang diperlukan oleh rakyat,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan fasilitas kesehatan yang telah ditingkatkan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Samarinda, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan Samarinda kembali memperoleh penghargaan berskala internasional dari World Health Organization (WHO). Penghargaan tersebut diterima perwakilan Samarinda dalam agenda di Sydney, Australia, sementara Andi Harun tidak hadir karena menjalankan agenda pemerintahan di Samarinda.

