Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    November 2, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Pengisian Sembilan Jabatan Strategis, BKPSDM Fokus Pemetaan Talenta ASN

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau
    Pemerintah

    Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 26, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim, drh. Arief Murdiyatno saat diwawancarai awak media pada Rabu, 26/8/82026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau dan fenomena El Nino.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan, pemantauan titik panas atau hotspot terus dilakukan melalui data Sistem Monitoring Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi).

    Dalam beberapa hari terakhir terpantau hotspot dengan tingkat risiko mulai dari rendah, sedang hingga tinggi. Namun, titik dengan kategori tinggi disebut hanya ditemukan di satu hingga dua lokasi.

    “Hotspot itu belum tentu ada kejadian. Makanya ketika muncul di aplikasi Sipongi, harus dilakukan verifikasi lapangan dulu,” kata Arief saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Rabu, 26 Agustus 2026.

    Menurutnya, pengendalian karhutla khususnya di sektor perkebunan dilakukan melalui tiga unsur utama. Ketiganya yakni brigade pengendalian karhutla, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), serta satuan tugas (satgas) yang dibentuk perusahaan perkebunan besar swasta (PBS).

    Arief menyebut, setiap perusahaan dapat memiliki dua satgas dengan masing-masing beranggotakan sekitar 15 personel. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk melakukan pemantauan, verifikasi hingga penanggulangan apabila ditemukan kebakaran.

    “Intinya kalau sudah di lapangan kita kolaborasi. Mana yang sempat, mana yang paling dekat. Tidak harus kita bilang itu bukan wilayah saya. Siapa pun yang terdekat dengan kejadian, kita saling support,” ujarnya.

    Ia menegaskan, titik panas yang berada di luar wilayah konsesi perkebunan tetap menjadi perhatian. Hal itu untuk mengantisipasi api merembet masuk ke kawasan perkebunan.

    Sementara untuk data luasan lahan yang terbakar, Arief mengatakan seluruh informasi dikumpulkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

    Data tersebut mencakup kebakaran di kawasan kehutanan, perkebunan maupun lahan masyarakat. Setiap sektor juga diwajibkan menyampaikan perkembangan data secara berkala.

    “Setiap jam tujuh malam kita pasti setor data ke mereka. Jadi satu pintu di Pusdalops BPBD,” jelasnya.

    Dalam pemantauan terbaru, hotspot terbanyak di Kaltim disebut berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Berau. Namun, Arief kembali mengingatkan bahwa data satelit tersebut masih membutuhkan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.

    Pengendalian juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta unsur masyarakat. Pertemuan koordinasi dilakukan secara berkala, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

    Arief menambahkan, apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam kebakaran, penanganan terkait sanksi menjadi kewenangan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Kaltim Raih Penghargaan TPAKD 2026, Gubernur dan Wagub Tak Hadir

    Oktober 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keselamatan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas…

    Pemkot Samarinda Matangkan Pengisian Sembilan Jabatan Strategis, BKPSDM Fokus Pemetaan Talenta ASN

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026

    APBD Samarinda 2027 Diperketat, Andi Harun Hapus Anggaran Baju Dinas dan Konsumsi Rapat

    November 2, 2026

    Rumah Oksigen Hadir di Makroman, Ibu Hamil dan Anak Terdampak Karhutla Jadi Perhatian

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,420 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.