Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Kaltim Mulai Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Luasan Terbakar Capai 6.333 Hektare

    September 22, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kadinkes Samarinda Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif terhadap ODHIV
    Kesehatan

    Kadinkes Samarinda Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif terhadap ODHIV

    IraBy IraJuli 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismid Kusasih mengajak masyarakat, menghilangkan stigma terhadap orang dengan Human Immunodeficiency Virus HIV (ODHIV).

    Ismid Kusasih, mengatakan HIV dan AIDS merupakan kondisi yang berbeda. HIV masih dapat dikendalikan, melalui terapi antiretroviral (ARV). Sedangkan AIDS merupakan fase lanjut, ketika sistem kekebalan tubuh telah mengalami penurunan drastis.

    “Kalau sudah HIV, yang penting berobat secara teratur. Jangan sampai berkembang menjadi AIDS. Kalau sudah jatuh ke AIDS, kondisinya jauh lebih berat dan bisa mengancam nyawa,” ujarnya.

    Selama menjalani pengobatan secara rutin, penderita HIV dapat hidup sehat dan produktif. Hanya perlu diwaspadai, adalah ketika infeksi berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) karena dapat mengancam keselamatan jiwa.

    Ismid Kusasih, mengatakan HIV dan AIDS merupakan kondisi yang berbeda. HIV masih dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV), sedangkan AIDS merupakan fase lanjut ketika sistem kekebalan tubuh telah mengalami penurunan drastis.

    “Kalau sudah HIV, yang penting berobat secara teratur. Jangan sampai berkembang menjadi AIDS. Kalau sudah jatuh ke AIDS, kondisinya jauh lebih berat dan bisa mengancam nyawa,” ujarnya.

    Menurut Ismid, penderita HIV yang terdeteksi sejak dini dan disiplin menjalani pengobatan dapat bertahan hidup dalam kondisi sehat selama bertahun-tahun.

    Ia menegaskan, pemerintah telah menyediakan layanan pengobatan HIV secara gratis di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Samarinda sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya terapi.

    “Pengobatan HIV ini gratis. Di beberapa puskesmas dan rumah sakit sudah tersedia layanan pengobatan,” katanya.

    Ismid juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma atau mendiskriminasi orang dengan HIV. Menurutnya, yang harus diperangi adalah penyakitnya, bukan penderitanya.

    “Jangan jauhi orangnya, tapi tinggalkan penyakitnya. Itu yang harus dipahami masyarakat,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menilai penanganan HIV tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas yang bergerak di bidang pencegahan HIV.

    Dinkes Samarinda juga terus memperluas skrining dengan menggandeng organisasi yang memiliki fokus pada penanggulangan HIV agar semakin banyak kasus dapat ditemukan lebih dini dan segera mendapatkan pengobatan.

    Berdasarkan data Dinkes Samarinda, kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) masih menjadi kelompok dengan temuan kasus HIV terbanyak di Kota Tepian. Karena itu, edukasi dan skrining terhadap kelompok berisiko terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran HIV di Samarinda.

     

    Dinkes Samarinda HIV HIV AIDS Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena prosesnya dapat berlangsung…

    Kaltim Mulai Masuk Prioritas Karhutla Nasional, Luasan Terbakar Capai 6.333 Hektare

    September 22, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026

    Fuel Card Samarinda Belum Diberlakukan, 4.900 Kendaraan Masih Terblokir

    September 22, 2026

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026
    1 2 3 … 3,358 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.