Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud melantik dan mengambil sumpah/janji sebanyak 234 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Dalam prosesi tersebut, para PNS tidak hanya menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, tetapi juga mengikuti pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan jabatan fungsional. Momentum ini menjadi penanda awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Rudy Mas’ud menegaskan, pengangkatan sebagai PNS bukan sekadar perubahan status kepegawaian, melainkan amanah besar dari negara.
Ia menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, serta penuh tanggung jawab.
“Keputusan dan sumpah yang diucapkan hari ini adalah amanah. Ini harus dijawab dengan loyalitas dan dedikasi dalam bekerja,” ujarnya di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, sumpah jabatan yang telah diikrarkan bukan hanya simbolis, tetapi merupakan komitmen moral dan hukum yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
ASN dituntut untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Rudy juga menyoroti tantangan yang dihadapi birokrasi ke depan. Perkembangan teknologi yang pesat serta dinamika global menuntut ASN untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.
“Dunia bergerak sangat cepat. ASN harus adaptif, kompeten, dan mampu menjawab tantangan era digital. Reformasi birokrasi harus kita dorong agar semakin lincah, transparan, dan berdampak nyata,” tegasnya.
Selain itu, pentingnya peran jabatan fungsional dalam memperkuat kinerja birokrasi. Jabatan fungsional dinilai memiliki peran strategis karena berbasis keahlian dan kompetensi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, hingga perencanaan pembangunan.
“Tenaga fungsional menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” katanya.
Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa ASN memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam menghadapi tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), transformasi digital, serta peningkatan daya saing daerah di Indonesia Timur.
Ia pun mengajak seluruh ASN yang baru dilantik untuk menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kapasitas diri. Kolaborasi dan inovasi, menurutnya, menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Menjadi PNS bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan pengabdian. Apa yang saudara kerjakan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengucapkan selamat kepada seluruh PNS dan pejabat fungsional yang telah resmi dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kaltim.

