Insitekaltim, Samarinda – Aktivitas ziarah kubur yang meningkat selama bulan Ramadan dimaknai beragam oleh masyarakat. Bagi Ali, salah seorang peziarah di Samarinda, ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi pengingat akan hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Ali mengaku rutin melakukan ziarah ke makam keluarga, terutama saat momen awal puasa dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi sarana refleksi diri di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.
“Kalau saya ziarah itu jadi pengingat, bahwa dunia ini hanya sementara,” ujar Ali, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia mengatakan, suasana di pemakaman membuat dirinya lebih banyak merenung tentang perjalanan hidup. ia menyadari bahwa segala hal yang dikejar selama hidup pada akhirnya tidak akan dibawa saat meninggal dunia.
“Di sini kita jadi sadar, semua yang kita kejar di dunia tidak akan kita bawa. Jadi lebih banyak introspeksi diri dan memperbaiki diri ke depannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ziarah kubur juga menjadi momen penting untuk mendoakan keluarga yang telah lebih dulu meninggal dunia. Ia biasanya meluangkan waktu khusus untuk berdoa, membaca ayat suci, serta membersihkan area makam agar tetap rapi dan terawat.
“Selain berdoa, kita juga bersihkan makam supaya lebih bersih dari rumput liar. Itu juga bentuk perhatian kita ke keluarga yang sudah tidak ada,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah peziarah saat Ramadan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengingat kematian dan mendoakan keluarga masih cukup tinggi.
Situasi ini terlihat dari ramainya pengunjung yang datang berziarah hingga menjelang sore hari.
“Ramadan memang momen yang pas untuk ziarah. Banyak yang datang, jadi terasa suasananya juga lebih khusyuk dan penuh makna,” ungkapnya.
Menjelang menutup, ia berpesan tradisi ziarah kubur tetap dilestarikan, terutama oleh generasi muda. Ia menilai, ziarah memiliki nilai spiritual yang dapat mengingatkan manusia untuk selalu rendah hati dan tidak terlena dengan kehidupan dunia.
“Semoga ke depan semakin banyak yang sadar pentingnya ziarah. Ini bukan cuma tradisi, tapi juga pengingat untuk kita semua,” pungkasnya.
