
Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Helmi Abdullah mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban serta memperkuat sikap toleransi antarumat beragama menjelang sejumlah momentum hari besar keagamaan yang berlangsung dalam waktu berdekatan.
Menurut Helmi, kegiatan silaturahmi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan antara anggota DPRD dengan masyarakat di Kota Samarinda.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara wakil rakyat dengan warga mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara anggota DPRD dengan masyarakat,” ujar helmi saat diwawancara usai buka bersama di rumah jabatannya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Termasuk juga dengan teman-teman wartawan yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya.
Helmi menjelaskan, dalam waktu dekat masyarakat akan menghadapi beberapa momentum penting, mulai dari bulan Ramadan, perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, hingga Hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif dan saling menghormati antarumat beragama.
Ia menekankan bahwa sikap toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang beragam di Kota Samarinda.
“Sekarang umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dalam waktu dekat juga ada Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, kemudian disusul Idulfitri. Jadi kita harus saling menghormati dan menjaga kebersamaan,” jelasnya.
Selain itu, Helmi juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya dalam berkendara.
Menurutnya, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, baik bagi mereka yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas lainnya.
Ia mengatakan, dalam rapat yang melibatkan pemerintah pusat, termasuk pihak keamanan dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), juga telah disampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban lalu lintas selama periode tersebut.
“Biasanya menjelang hari raya aktivitas lalu lintas meningkat cukup tinggi. Karena itu masyarakat yang melakukan perjalanan, baik mudik maupun aktivitas lainnya, diimbau untuk berhati-hati agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Helmi juga menambahkan bahwa menjaga ketertiban dan keamanan selama momentum hari besar keagamaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
Ia berharap masyarakat Samarinda dapat terus menjaga kerukunan dan suasana kondusif, sehingga seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman.
“Yang paling penting adalah kita saling menghormati, menjaga ketertiban, dan bersama-sama menjaga suasana Kota Samarinda tetap aman dan kondusif,” tutupnya.
