Insitekaltim,Samarinda- Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (Itkes) Wiyata Husada Samarinda (WHS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar kelompok lanjut usia di Posyandu Lili, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, pekan lalu.
Dalam kegiatan tersebut diikuti 30 lansia dan berfokus pada peningkatan kesehatan fisik sekaligus penguatan mental. Mahasiswa memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.

Para lansia juga mendapatkan edukasi mengenai Osteoarthritis atau nyeri sendi, yang menjadi keluhan dominan berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan mahasiswa bersama kader posyandu dan pengurus RT setempat.
Kegiatan pengabdian ini didukung oleh Kecamatan Samarinda Ulu, Kelurahan Dadimulya, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Segiri. Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi lansia sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang pencegahan penyakit degeneratif.
Menurutnya, tak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, mahasiswa juga menghadirkan sesi Terapi Afirmasi yang dipandu oleh dosen pendamping, Chrisyen Damanik. Dalam sesi tersebut, para lansia diajak menanamkan pikiran positif, membangun rasa syukur, serta memperkuat kepercayaan diri untuk tetap menjalani hidup secara aktif dan optimis.
“Kesehatan tidak hanya soal tubuh, tetapi juga pikiran. Melalui afirmasi positif, lansia diajak untuk lebih mencintai diri sendiri dan tetap memiliki semangat hidup meskipun usia terus bertambah,” ujar Chrisyen Damanik, belum lama ini.
Lurah Dadimulya Achmad Suriani mengapresiasi program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi warganya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di wilayahnya.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu warga kami. Edukasi senam lansia dan pola hidup sehat diharapkan bisa terus diterapkan di rumah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Posyandu Lili Musrifa Tohir juga menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh para lansia. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis dan penyampaian materi yang mudah dipahami menjadi nilai tambah bagi warga.
“Lansia merasa terbantu karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendapat edukasi langsung,” ujarnya.
Ketua Panitia kegiatan Silvia Radhina Arta Lestari menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari praktik Stase Gerontik Profesi Ners Itkes WHS.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, Osteoarthritis menjadi masalah utama yang banyak dialami lansia di wilayah tersebut.
“Kami memberikan intervensi berupa senam kursi serta edukasi diet rendah purin untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan mencegah peningkatan asam urat,” jelas Silvia.
