Insitekaltim, Samarinda — Berawal dari satu gerobak kopi berbasis sepeda listrik, Rifiki, warga Loa Bakung, perlahan menapaki jalan usaha dengan penuh harapan. Meski baru sekitar dua bulan berjualan, kopi racikannya mulai dikenal dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Gerobak kopi tersebut menjadi satu-satunya aset yang ia miliki. Sepeda listrik dimodifikasi secara sederhana agar mampu membawa peralatan seduh dan bahan minuman. Setiap hari hingga malam, Rifiki berpindah-pindah titik di kawasan keramaian, menyesuaikan situasi dan jumlah pengunjung.
Pilihan menggunakan sepeda listrik bukan tanpa pertimbangan. Selain menekan biaya operasional, konsep ini dinilai lebih fleksibel dan ramah lingkungan. Dengan satu gerobak, ia bisa berpindah lokasi tanpa perlu memikirkan ongkos bahan bakar.
“Baru satu gerobak saja. Ini benar-benar usaha awal, masih belajar dan merintis untuk awalan,” ujar Rifiki, Minggu, 15 Februari 2026.
Meski masih seumur jagung, antusiasme pembeli terbilang menggembirakan. Banyak warga tertarik mencoba, baik karena konsep yang unik maupun harga yang relatif terjangkau. Mayoritas pelanggan datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari kopi hitam, kopi susu gula aren, hingga pilihan minuman nonkopi. Semua disajikan secara sederhana, namun tetap mengutamakan rasa. Dalam sehari, penjualan bisa mencapai puluhan gelas, meski jumlahnya fluktuatif tergantung cuaca dan lokasi berjualan.
Rifiki menyadari, keterbatasan peralatan dan minimnya pengalaman menjadi tantangan tersendiri. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus bertahan dan belajar.
“Yang penting jalan dulu. Dari satu gerobak ini saya belajar banyak,” tuturnya.
Di balik usaha kecil tersebut, tersimpan harapan besar. Rifiki berharap gerobak kopi sepeda listrik yang kini ia jalani dapat menjadi pijakan menuju usaha yang lebih stabil. Ke depan, ia berencana memperbaiki perlengkapan, menambah variasi menu, serta meningkatkan kualitas pelayanan.
“Harapannya satu gerobak ini bisa terus hidup dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau berkembang, itu bonus,” pungkasnya.
Kisah kopi gerobak sepeda listrik ini menjadi bukti bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Dari satu gerobak sederhana, tumbuh mimpi, kerja keras, dan keyakinan bahwa langkah kecil hari ini bisa menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.

