Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Maret 31, 2026

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Kaltim»Petani Padi Gunung Long Pejeng Bertahan dengan Cara Tradisional di Tengah Tantangan Zaman
    Kaltim

    Petani Padi Gunung Long Pejeng Bertahan dengan Cara Tradisional di Tengah Tantangan Zaman

    RidhoBy RidhoFebruari 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Lahan penanaman padi gunung di desa Long Pejeng Kutim (Ist/Petani Karnolius)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kutim — Pertanian padi gunung di Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih bertahan di tengah berbagai tantangan mulai dari cuaca yang tidak menentu, keterbatasan teknologi, hingga minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tradisional tersebut.

    Teks: Proses pengeringan padi (Ist/Petani Karnolius)

    Salah satu petani setempat yang meneruskan usaha keluarganya Karnolius mengungkapkan, dirinya telah menjadi petani padi gunung sejak 2013 dan masih menekuni kegiatan tersebut hingga sekarang. Meski telah lebih dari 13 tahun bertani, usaha padi gunung hanya menjadi pekerjaan sampingan yang dilakukan satu kali dalam setahun.

    “Kami menjadi petani padi sudah lebih dari 13 tahun, sejak dari tahun 2013 hingga sekarang. Bertani padi ini hanya pekerjaan sampingan tiap tahun, padi ini biasanya hanya satu kali tanam. Pekerjaan utama kami ada di sawit, kakao, dan karet,” ujar Karnolius, saat berkomunikasi WhatsApp, Minggu, 8 Februari 2026.

    Ia menjelaskan, secara umum kondisi pertanian padi di Desa Long Pejeng masih berskala kecil. Tidak banyak masyarakat yang menekuni pertanian padi gunung karena sebagian besar memilih sektor pekerkaan kebun yang dinilai lebih menjanjikan.

    “Secara umum kondisi pertanian padi di sini masih kecil, hanya beberapa orang saja yang bertani padi,” katanya.

    Lebih lanjut, dalam proses produksi pengelolaan lahan hingga panen, petani setempat masih menggunakan alat-alat tradisional. Penggunaan teknologi modern dinilai belum banyak diterapkan, terutama pada tahap penanaman dan pemanenan.

    “Petani di sini masih menggunakan alat tradisional pada tahap penanaman hingga panennya,” jelasnya.

    Dengan demikian ia mengungkapkan untuk hasil panen tahun ini, petani mengaku mengalami penurunan produksi akibat cuaca yang tidak stabil. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman padi rebah sebelum masa panennya.

    “Untuk hasil tahun ini menurun karena kondisi cuaca tidak stabil, sering hujan jadi banyak padi yang rebah dan tidak bisa dipanen,” ungkapnya.

    Selain itu ia juga menyoroti semakin berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Banyak anak muda memilih bekerja di perusahaan sawit maupun pertambangan batubara yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.

    “Untuk sekarang hanya segelintir generasi muda saja yang bertani, karena banyak yang bekerja di perusahaan sawit dan batubara,” tuturnya.

    Menjelang mengakhiri ia menyampaikan pesan kepetani setempat untuk berharap hasil panennya padi dapat diolah terlebih dahulu sebelum dijual agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

    “Hasil panen padi sebaiknya diolah dulu, jangan dijual mentah, karena harganya bisa turun. Kalau diolah tentu nilai jualnya lebih baik dan bisa membantu kesejahteraan petani,” pungkasnya.

     

    Desa Long Pejeng Kutai Timur Petani
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026

    Ratusan Warga Batu Timbau Kehilangan Tempat Tinggal, Bantuan Darurat Segera Digelontorkan

    Maret 29, 2026

    Halalbihalal IKMT Perkuat Silaturahmi, Dorong Peran Warga Toraja untuk Pembangunan Kaltim

    Maret 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Ratu ArifanzaMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kritik soal minimnya sosialisasi program pendidikan gratis, pandangan berbeda disampaikan…

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026

    Usai Diskusi, Seno Aji Respons Aksi Mahasiswa dan Siapkan Call Center Pendidikan Gratis

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Fasilitator Beasiswa Nilai Informasi Gratispol Sudah Terbuka, Tapi Implementasi Masih Berubah

    Maret 31, 2026

    Dasmiah Respons Kritik Beasiswa Gratispol, Tegaskan Sosialisasi Sudah Dilakukan hingga Kampus

    Maret 31, 2026

    Dosen FEB Unmul Sentil Mahasiswa: “Punya Smartphone, Tapi Jangan Tidak Smart Cari Informasi”

    Maret 31, 2026

    Usai Diskusi, Seno Aji Respons Aksi Mahasiswa dan Siapkan Call Center Pendidikan Gratis

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.