Insitekaltim, Samarinda — Portal pembatas kendaraan berat di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami tiga kali insiden tabrakan dalam satu malam, hanya beberapa jam setelah dipasang pada siang hari. Naasnya tabrakan ketiga mengakibatkan portal roboh sepenuhnya.
Portal yang dipasang sebagai bagian dari kebijakan pembatasan lalu lintas guna menjaga keselamatan dan kekuatan struktur jembatan. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya mendukung efektivitas pemasangan.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur, Edwin Noviansyah Rachim, menyampaikan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi di sekitar lokasi cukup gelap dan minim penerangan, sehingga portal sulit terlihat oleh pengemudi,” ujar Edwin, Kamis malam, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dua tabrakan pertama tidak menimbulkan kerusakan berarti karena kendaraan masih dapat melintas. Namun, pada insiden ketiga, portal mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Lebih lanjut, Edwin menyampaikan pengemudi truk pada insiden terakhir menunjukkan sikap kooperatif dan tidak melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Pengemudi menghentikan kendaraannya di kawasan Taman Jawa dan menghubungi pihak terkait. Ia menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab,” jelasnya.
Satpol PP Provinsi Kaltim memastikan pengemudi akan dipanggil ke kantor untuk menjalani klarifikasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim. Pertemuan tersebut bertujuan menghitung biaya perbaikan secara teknis serta menentukan langkah tindak lanjut.
Selain itu, ia menyampaikan adanya evaluasi awal terhadap konstruksi portal. Dengan menyarankan penggunaan baut dan pondasi dengan spesifikasi yang lebih kuat agar tidak mudah bergeser atau terlepas saat terjadi benturan.
Selain itu, penambahan fasilitas penerangan, seperti lampu sorot yang diarahkan ke portal, juga dinilai penting agar rambu pembatas terlihat jelas pada malam hari.
“Kami mendorong evaluasi perbaikan konstruksi sekaligus penambahan penerangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Sementara pengemudi truk yang terlibat mengaku hanya mengetahui adanya portal secara umum, namun tidak memahami secara pasti posisi pemasangannya. Ia juga menyebut tidak melihat rambu yang jelas akibat minimnya penerangan di lokasi jembatan mahulu.
“Lokasinya gelap dan rambu tidak terlihat jelas. Saya hanya mendapat informasi bahwa ada portal, tetapi tidak mengetahui letak pastinya,” ungkapnya pengemudi truk
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab dan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan tempat ia bekerja.

