Insitekaltim, Samarinda — Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda unggul Indonesia. Hal itu disampaikan Penanggung Jawab Nasional sekaligus Pendiri Putera Puteri Pelajar Indonesia, Zulian Fatha Nurizal.
Ia menyebut Kaltim sebagai daerah penyelenggara pemilihan terbesar secara nasional pada tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Zulian dalam malam final Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 yang digelar di Samarinda, Rabu, 28 Januari 2026 malam.
Menurutnya, skala dan kualitas penyelenggaraan di Kaltim menempatkan provinsi ini pada posisi istimewa dalam peta pembinaan pelajar berprestasi nasional.
Dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan dan orang tua finalis, Zulian memberikan apresiasi tinggi kepada panitia lokal yang dipimpin oleh Handi.
Baginya, koordinasi dan kematangan penyelenggaraan acara di Samarinda melampaui sejumlah daerah lain yang telah lebih dahulu menggelar seleksi.
Zulian mengungkapkan, mobilitasnya yang tinggi dalam memantau pemilihan Putera Puteri Pelajar Indonesia di berbagai provinsi, seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta, hingga agenda kunjungan ke Sulawesi Selatan, Riau, dan Medan dalam waktu dekat. Namun hingga pemilihan daerah keempat yang digelar tahun ini, Kaltim masih mencatatkan rekor partisipasi tertinggi.
“Sampai pemilihan keempat ini, Kaltim menjadi pemilihan daerah terbesar. Bukan hanya di lingkup regional, tetapi juga pemilihan daerah terbesar Putera Puteri Pelajar Indonesia secara nasional. Jumlah finalisnya mencapai 41 orang, ini angka yang luar biasa,” ungkap Zulian.
Ia menekankan, peran Kaltim tidak hanya penting dalam konteks ajang pemilihan, tetapi juga secara nasional, mengingat provinsi ini menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Oleh karena itu, mendorong para pelajar untuk menyadari besarnya peluang dan tanggung jawab yang kini berada di tangan generasi muda Kaltim.
“Kalau ada yang bilang Jawa adalah kunci, maka Kalimantan adalah masa depan. Ibu kota negara sudah berpindah ke IKN. Saya berharap Generasi Emas Indonesia itu benar-benar lahir dari Kaltim,” tambahnya.
Ia juga menyinggung kehadiran para juara sebelumnya, seperti Naeva Zahirah, Puteri Pelajar Indonesia Kaltim 2024, serta Rizqa Aurelia Fithri, Wakil II Puteri Pelajar Indonesia 2025, yang menurutnya menjadi tolok ukur sekaligus tantangan bagi para finalis tahun ini.
Zulian pun menitipkan pesan kepada tim seleksi agar benar-benar memilih perwakilan terbaik demi menjaga prestasi Kaltim di tingkat nasional.
“Kalau targetnya tahun ini bisa membawa mahkota kembali ke Kalimantan, saya titip pesan kepada Kak Handi untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik,” pungkasnya.
Acara malam final kemudian ditutup dengan sesi penampilan bakat, di mana para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk memperebutkan gelar Putera dan Puteri Pelajar Kaltim, sekaligus tiket menuju kompetisi tingkat nasional.

