Insitekaltim, Samarinda — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Di tengah dinamika internal dan perubahan kepemimpinan di tingkat nasional, GP Ansor Kaltim menilai penguatan kader dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah menjadi kunci menghadapi tantangan organisasi ke depan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua GP Ansor Kaltim Nidya Listiyono.
Ia menyampaikan, GP Ansor saat ini dihadapkan pada tantangan besar pascapergantian kepemimpinan dan dinamika organisasi yang terus berkembang.
Kondisi tersebut menurutnya, harus dijawab melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kapasitas kader, serta peran aktif organisasi dalam mendukung pembangunan di daerah.
“GP Ansor ke depan harus fokus pada pengembangan SDM, memberikan solusi terbaik, dan berkontribusi secara nyata bagi pembangunan khususnya di Kaltim,” katanya Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menambahkan, GP Ansor Kaltim telah melaksanakan sejumlah kegiatan kaderisasi dan pelatihan dalam beberapa waktu terakhir. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GP Ansor Kaltim Murjani dan dihadiri jajaran pengurus pusat maupun daerah.
“Beberapa waktu lalu kami melaksanakan pelatihan kepemimpinan dan kebanseran yang diikuti seluruh anggota Banser. Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua Umum GP Ansor Pusat serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltim yang diwakili Wakil Gubernur,” jelasnya.
Menurut Nidya, penguatan kader dan Banser menjadi langkah strategis untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat peran GP Ansor sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan.
“GP Ansor hari ini terus bergerak mendukung ulil amri, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dalam menjalankan program-program positif,” tegasnya.
Ia mencontohkan salah satu fokus dukungan GP Ansor terhadap program pemerintah adalah sektor ketahanan pangan. Selain itu, melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), GP Ansor Kaltim tengah merancang pengembangan unit usaha yang diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Saya selaku Direktur BUMA sedang mendesain agar unit usaha ini bisa berjalan optimal termasuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kaltim,” terangnya.
Lebih lanjut, Nidya juga menyinggung dukungan GP Ansor terhadap program Pemerintah Provinsi Kaltim, termasuk program pendidikan gratis yang saat ini tengah dijalankan.
“Terlepas dari berbagai tanggapan masyarakat, program ini bertujuan agar anak-anak Kaltim mendapatkan akses pendidikan yang layak, mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya.
Ia meyakini pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan, termasuk dalam hal sistem dan digitalisasi, guna memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Harapannya, generasi emas Kaltim yang telah dicanangkan Gubernur bisa segera terwujud sehingga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Nidya menegaskan komitmen GP Ansor Kaltim untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

