Insitekaltim, Samarinda — Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dinilai belum berani mengambil keputusan tegas terkait penolakan wacana pengalihan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Pernyataan tersebut disampaikan Humas Aliansi GERAM Muhammad Hanif usai mengikuti audiensi bersama DPRD Kaltim. Menurutnya, audiensi tersebut memunculkan dua perasaan berbeda di kalangan massa aksi, yakni apresiasi sekaligus kekecewaan.
“Yang pertama tentu kami mengapresiasi DPRD karena sudah menerima kami dengan baik, meskipun di awal aksi sempat terjadi sejumlah gejolak, termasuk adanya tindakan represif,” ujar Hanif Kamis, 22 Januari 2026.
Namun demikian, Hanif menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak menghapus kekecewaan utama massa aksi. Ia menilai DPRD belum menunjukkan sikap politik yang jelas terhadap wacana pengalihan Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD.
“Yang membuat kami kecewa adalah DPRD hari ini belum berani menyatakan sikap secara tegas untuk menolak wacana pengalihan Pilkada ke DPRD. Mereka masih menunggu hasil rapat dan menyampaikan keputusan baru akan disampaikan besok,” tegasnya.
Hanif menilai, rangkaian aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat hingga saat ini belum membuahkan hasil sesuai harapan. Meski demikian, GERAM memastikan akan kembali mendatangi DPRD untuk menagih komitmen yang telah disampaikan.
“Kami pastikan besok akan datang kembali untuk menanyakan hasil sesuai janji DPRD, apakah menolak atau justru menyetujui wacana tersebut,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan sikap Aliansi GERAM yang secara tegas menolak pengalihan Pilkada ke DPRD. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mencederai prinsip demokrasi dan menghilangkan hak rakyat dalam menentukan pemimpinnya.
“Pengalihan Pilkada ke DPRD adalah bentuk eksploitasi demokrasi karena mengambil hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung,” jelas Hanif.
Menjelang penutupan, Hanif juga menyampaikan rencana aksi lanjutan. Ia memperkirakan jumlah massa akan meningkat seiring tingginya antusiasme mahasiswa dan masyarakat terhadap isu tersebut.
“Estimasi massa besok bisa lebih dari 300 orang. Kami berharap keputusan yang diambil DPRD benar-benar sesuai dengan harapan dan kepentingan rakyat,” pungkasnya.

