Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Menjadi Elang di Tengah Disrupsi, Pesan Nidya Listiyono untuk Jurnalis JMSI Kaltim
    Tokoh

    Menjadi Elang di Tengah Disrupsi, Pesan Nidya Listiyono untuk Jurnalis JMSI Kaltim

    RidhoBy RidhoJanuari 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ketua Dewan Pakar JMSI, Nidya Listiyono saat menjadi narasumber Retreat JMSI Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar — Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Nidya Listiyono menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi insan pers di tengah derasnya disrupsi media dan perubahan perilaku pembaca. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Retreat JMSI Kaltim 2026 di Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu, 21 Januari 2026.

    Retreat tersebut menurut Nidya, menjadi momentum reflektif bagi jurnalis untuk membaca ulang arah perubahan dunia jurnalistik, dari pola lama menuju model baru yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan kualitas dan tanggung jawab informasi.

    Ia menegaskan bahwa disrupsi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh media dan jurnalis. Dalam pemaparannya, Nidya menekankan satu poin penting, yakni keberanian untuk berubah.

    “Perubahan ini tidak bisa dihindari. Kalau kita tidak berubah kita bisa punah seperti dinosaurus,” ujarnya.

    Menurutnya, perubahan saat ini bukan lagi sebatas wacana, melainkan realitas yang harus dihadapi. Media yang bertahan dengan cara lama tanpa inovasi berisiko tertinggal, bahkan kehilangan relevansi di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Dalam perspektif yang lebih visioner, Nidya mengibaratkan jurnalis sebagai burung elang. Elang dikenal memiliki penglihatan tajam, mampu membaca situasi dari ketinggian, serta cermat dalam menentukan sasaran.

    Dalam konteks jurnalistik, analogi tersebut melambangkan kemampuan jurnalis untuk melihat peluang, membaca arah perubahan, serta menyusun strategi agar media dapat bertahan dan berkelanjutan.

    Selain itu, Nidya juga menyoroti perubahan signifikan perilaku pembaca. Ia menilai pola konsumsi informasi masyarakat telah bergeser drastis seiring perkembangan teknologi digital.

    “Kalau dulu orang membaca koran atau kertas, sekarang orang tidak mau lagi membaca panjang-panjang. Pembaca ingin cepat ke poin utamanya,” katanya.

    Saat ini, konsumen informasi tidak lagi bergantung pada media cetak. Konten singkat, cepat, dan visual seperti video pendek atau reels menjadi pilihan utama. Meski demikian, ia menekankan bahwa substansi tetap menjadi kebutuhan utama pembaca.

    Kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk mampu menyajikan informasi secara ringkas, padat, menarik, namun tetap akurat dan bertanggung jawab.

    Lebih jauh, retreat ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Nidya, kekuatan jurnalis tidak hanya terletak pada kemampuan menulis, tetapi juga pada mentalitas dan sikap profesional.

    “Jangan cengeng kalau dimarahi. Salah itu biasa, tapi jangan terus-terusan salah. Di situ profesionalisme diuji,” tegasnya.

    Ia berpesan agar jurnalis JMSI memiliki mental yang tangguh, siap menerima kritik, serta menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

    “Kesalahan sesekali adalah hal yang wajar, namun profesionalisme menuntut adanya perbaikan berkelanjutan agar kualitas berita tetap terjaga dan media tetap dipercaya publik,” tandasnya.

     

    JMSI Kaltim Nidya Listiyono Retreat JMSI Kaltim Wartawan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    26 Tahun Bara Kaltim, BKS Mulai Berburu Mesin PAD Baru

    September 1, 2026

    Bukan Jadi Kompetitor, BKS Ingin Jadi Mitra Pengusaha MBLB Kaltim

    September 1, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.