Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melaksanakan uji dinamis dan non-destructive test (NDT) terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) guna memastikan kondisi dan keamanan struktur jembatan pascainsiden.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran mengatakan, pengujian tersebut dilakukan menyusul insiden yang terjadi pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. Hasil analisis pengujian ditargetkan dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.
“Uji ini kami lakukan untuk memastikan kelayakan dan keamanan jembatan sebelum digunakan secara optimal oleh masyarakat. Kami berharap hasilnya bisa disampaikan dalam waktu satu minggu,” ujar Muhran, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pengujian melibatkan tim teknis yang didampingi tenaga ahli dan konsultan, serta sejumlah kepala bidang terkait. Proses tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub), Polda Kaltim, Polres, Ditlantas, Kejaksaan Tinggi, hingga DPRD.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan uji dinamis ini berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli sekaligus Konsultan Dinas PUPR-PERA Kaltim Akhmad Aminullah menjelaskan, uji dinamis dilakukan untuk membaca perilaku struktur jembatan melalui pengukuran frekuensi natural.
“Data hasil pengukuran akan kami bandingkan dengan uji dinamis sebelumnya, termasuk data dari Kementerian PUPR dan hasil analisis struktur menggunakan metode finite element,” jelas Aminullah.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat accelerometer yang merekam percepatan getaran struktur jembatan. Data tersebut kemudian dikonversi menjadi frekuensi untuk mengetahui kondisi aktual jembatan dan memastikan apakah masih berada dalam batas aman.
“Titik pengujian difokuskan pada bentang utama jembatan, termasuk bagian tengah bentang terpanjang dari pilar ke pilar,” ungkapnya.
Namun demikian, Aminullah menegaskan bahwa hasil akhir belum dapat disimpulkan karena masih menunggu proses komparasi data secara menyeluruh.
Sambil menunggu hasil resmi pengujian, Muhran memastikan bahwa Jembatan Mahakam Ulu masih aman dilalui kendaraan ringan.
“Untuk sementara, jembatan aman dilalui kendaraan di bawah delapan ton, seperti mobil penumpang. Kendaraan berat belum kami rekomendasikan melintas,” tegasnya.
Adapun pengaturan lalu lintas kendaraan berat akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan bersama kepolisian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

