Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam menyongsong transformasi besar daerah seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat menghadiri pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Rabu, 14 Januari 2026.
Sri Wahyuni menekankan, perguruan tinggi tidak lagi cukup berfungsi sebagai pusat pengajaran semata, melainkan harus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, kurikulum yang relevan, riset aplikatif, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul, pemikir kritis, serta pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan pembangunan Kaltim,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi Untag Samarinda dalam mendukung program Gratispol yang telah berjalan sejak 2025. Program tersebut merupakan kebijakan bantuan pendidikan gratis bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di wilayah Kaltim, dengan ketentuan batas atas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi.
Program Gratispol menurutnya tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat eksistensi perguruan tinggi daerah.
Program ini mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi, mulai dari diploma hingga doktoral, dan berlaku dari semester satu hingga semester delapan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
“Program Gratispol bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan yang telah berjalan dan akan terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemprov Kaltim mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap kerja dan memiliki daya saing.
Dalam hal ini, Untag Samarinda diharapkan mampu menerapkan tata kelola pendidikan yang akuntabel, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta melakukan pendampingan terhadap mahasiswa penerima bantuan pendidikan agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Sri Wahyuni juga menegaskan pentingnya pengawasan bersama agar program pendidikan gratis tidak mengurangi keseriusan mahasiswa dalam menempuh pendidikan. Mahasiswa penerima Gratispol diharapkan menjaga integritas, mengembangkan potensi diri, serta berperan sebagai agen perubahan bagi kemajuan Kalimantan Timur.
Melalui kepemimpinan baru di Untag Samarinda, Pemprov Kaltim berharap perguruan tinggi tersebut dapat memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah di tengah perubahan struktur ekonomi dan sosial Kaltim.

