Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemkomdigi Tegur YouTube usai Live Promosi Vape oleh Bigmo Libatkan Anak

    August 5, 2026

    Menpora Targetkan Muaythai Sumbang Emas SEA Games, IMC 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet

    August 5, 2026

    PUPR Pera Masih Kaji Kewenangan Normalisasi Sungai Karang Mumus

    August 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Menjaga Makna Jurnalisme di Era Digital, Tantangan Wartawan MSI Group di Tengah Banjir Informasi
    Lainnya

    Menjaga Makna Jurnalisme di Era Digital, Tantangan Wartawan MSI Group di Tengah Banjir Informasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraJanuary 1, 2026Updated:February 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Firda, wartawan Infosatu.co MSI Group
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Perkembangan media yang semakin terbuka di era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi jurnalisme arus utama. Di tengah derasnya arus informasi dari media sosial yang memungkinkan siapa saja menjadi penyampai berita, media profesional dituntut bekerja lebih selektif, kredibel, dan bertanggung jawab demi menjaga kepercayaan publik.

    Pandangan tersebut disampaikan Firda Iga Syahmawaty wartawan Infosatu.co, salah satu media di bawah naungan Media Sukri Indonesia (MSI) Group. Ia menilai kompetisi media saat ini tidak lagi semata-mata soal kecepatan, melainkan juga akurasi, integritas, dan tanggung jawab etis.

    “Setiap orang sekarang bisa menyampaikan informasi melalui media sosialnya masing-masing. Karena itu, media arus utama harus lebih selektif, kredibel, dan bertanggung jawab agar publik tetap percaya,” ujar Firda Kamis, 1 Januari 2026.

    Firda menuturkan, latar belakang pendidikannya di bidang Ilmu Komunikasi menjadi bekal awal dalam menapaki dunia jurnalistik. Berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, seperti teori komunikasi massa, etika media, teknik penulisan berita, hingga analisis wacana, dinilainya sangat relevan dengan praktik jurnalistik.

    Meski demikian, ia mengakui realitas lapangan menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.

    “Di bangku kuliah kita diberi fondasi berpikir dan etika. Namun di dunia kerja, teori itu benar-benar diuji dalam situasi nyata yang sering kali serba terbatas dan penuh tekanan,” katanya.

    Sebagai wartawan yang masih berada di tahap awal karier, Firda mengaku harus beradaptasi dengan ritme kerja yang cepat serta tuntutan akurasi yang tinggi.

    Ia dituntut mampu mengolah informasi secara sigap tanpa mengorbankan kualitas pemberitaan. Selain itu, membangun kepercayaan dengan narasumber serta membaca situasi di lapangan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat berhadapan dengan isu-isu sensitif dan beragam kepentingan publik.

    Tantangan lain yang dirasakannya adalah komunikasi langsung dengan narasumber, khususnya dalam situasi wawancara cepat atau saat siaran langsung. Firda mengakui dirinya bukan tipe yang mudah berimprovisasi dalam berbicara, sehingga membutuhkan persiapan matang dalam menyusun pertanyaan.

    Menulis, menurutnya menjadi ruang yang paling nyaman untuk mengekspresikan gagasan secara terstruktur dan menjaga ketepatan makna.

    “Menulis memberi ruang untuk berpikir dan menyusun logika. Tapi dunia jurnalistik juga menuntut kemampuan komunikasi lisan yang kuat, dan itu terus saya pelajari,” ungkapnya.

    Di awal perjalanan kariernya, Firda sempat berekspektasi bahwa kerja jurnalistik lebih banyak berkutat pada idealisme dan aktivitas menulis. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa profesi wartawan menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari kesiapan fisik dan mental, menghadapi penolakan narasumber, hingga tekanan tenggat waktu serta tuntutan eksklusivitas berita.

    Tekanan kerja paling terasa pada keharusan untuk selalu siap kapan pun dibutuhkan. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkaya pemahamannya bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan juga tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

    Ke depan, Firda menargetkan diri menjadi wartawan yang konsisten menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi publik.

    Ia juga berkeinginan terus mengasah kemampuan menulis hard news, khususnya terkait isu pemerintahan dan hak-hak publik yang menuntut ketelitian data serta proses verifikasi yang kuat.

    Ia berharap MSI Group dapat terus menjadi ruang belajar yang sehat bagi jurnalis muda, memberikan bimbingan yang terarah, serta menjaga independensi jurnalistik agar wartawan dapat tumbuh dengan landasan etika dan kualitas karya yang kokoh.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    The Founding of YouTube A Short History

    July 14, 2026

    Elementor #81471

    July 2, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    June 7, 2026

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    May 1, 2026

    Menelisik Makna Self-Healing Lewat Buku What’s So Wrong About Your Self Healing

    February 22, 2026

    GONG XI HAPPY: Lagu Baru Raih Sorotan di Tengah Gelombang Keceriaan Imlek

    February 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemkomdigi Tegur YouTube usai Live Promosi Vape oleh Bigmo Libatkan Anak

    R’syaAugust 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melayangkan Surat Teguran Pertama kepada YouTube setelah…

    Menpora Targetkan Muaythai Sumbang Emas SEA Games, IMC 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet

    August 5, 2026

    PUPR Pera Masih Kaji Kewenangan Normalisasi Sungai Karang Mumus

    August 5, 2026

    Masuk Bursa Pilwali Samarinda 2029, Andi Satya: Golkar Banyak Kader Potensial

    August 5, 2026

    Overkapasitas, Lapas Baru Bayur Disiapkan Tampung 2.000 Narapidana

    August 5, 2026
    1 2 3 … 3,260 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.