Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Perkuat Identitas Lokal, Pemkot Pasuruan Gelar Sarasehan Pakaian Khas Daerah
    Pasuruan

    Perkuat Identitas Lokal, Pemkot Pasuruan Gelar Sarasehan Pakaian Khas Daerah

    Rahmat FGBy Rahmat FGDesember 24, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadis Dispendikbud Kota Pasuruan bersama Wali Kota Pasuruan di Gedung Kesenian Darmoyudo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) menggelar sarasehan yang bertema “Pakaian Khas Daerah Kota Pasuruan” di Gedung Kesenian Darmoyudo pada Selasa, 23 Desember 2025.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025. Sarasehan tersebut menjadi ruang dialog dan interaksi antara komunitas seni, budayawan, serta para pegiat kebudayaan di Kota Pasuruan.

    PKD sendiri merupakan implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menitikberatkan pada penguatan keragaman seni budaya tradisi serta pengembangan kreativitas budaya lokal, mulai dari seni pertunjukan, seni rupa, hingga literasi.

    Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan, pentingnya sarasehan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat akar budaya masyarakat.

    Menurutnya, pembahasan mengenai pakaian khas daerah menjadi agenda strategis dalam pelaksanaan PKD yang rutin digelar setiap tahun.

    “Tujuannya tidak lain untuk menegaskan identitas khas daerah Kota Pasuruan,” ujar Adi Wibowo.

    Ia menambahkan, sarasehan ini tidak hanya membahas penetapan bentuk dan jenis pakaian khas daerah, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi bagi generasi muda.

    Melalui pengenalan pakaian khas, nilai-nilai budaya lokal diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikenalkan secara luas.

    “Kegiatan ini mendorong interaksi budaya yang inklusif sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur dan tradisi leluhur kepada anak-anak kita. Di tengah tantangan modernisasi, penguatan budaya lokal menjadi penanda identitas daerah,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dispendikbud Kota Pasuruan Lucky Danardono menyampaikan, peserta sarasehan berasal dari berbagai unsur mulai dari budayawan, seniman, sejarawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan komunitas warga.

    “Ini merupakan agenda strategis pemajuan kebudayaan yakni memberi ruang dialog bagi keberagaman ekspresi budaya,” terangnya.

    Menurut Lucky, tema pakaian khas daerah tidak sekadar membahas busana sebagai penutup tubuh, melainkan sebagai simbol identitas, sejarah, dan jati diri budaya Kota Pasuruan.

    Ia menyebut karakter Pasuruan sebagai kota pesisir menjadikannya titik pertemuan berbagai budaya seperti Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa.

    “Kekhasan ini tidak hanya untuk dikenang tetapi perlu terus digali, dikaji, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.

    Melalui sarasehan tersebut, ia berharap terbangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai filosofi, unsur estetika, serta makna simbolik pakaian khas daerah Kota Pasuruan.

    Selain itu, forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis dalam pelestarian dan pengembangan pakaian khas daerah agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.

    “Rancangan awal pakaian khas daerah sudah disusun oleh tim perumus. Sarasehan ini menjadi ruang penyempurnaan bersama,” pungkas Lucky.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    Andika SaputraApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) Mohammad Sukri mengapresiasi…

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    April 14, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,057 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.