Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menutup rangkaian evaluasi kinerja tahun 2025 dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap capaian program sejak Januari hingga Desember 2025. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, evaluasi tersebut bertujuan mengukur capaian kinerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Kita memastikan seluruh kegiatan telah berjalan sesuai target. Apabila masih terdapat kelemahan dan kekurangan, hal tersebut akan kita evaluasi agar pelaksanaan program berikutnya dapat berjalan lebih baik,” ujar Andi Harun di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda pada Selasa, 23 Desember 2025.
Selain mengevaluasi capaian sepanjang 2025, Pemkot Samarinda juga menegaskan, kondisi yang dihadapi ke depan tidak sepenuhnya normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta untuk lebih adaptif dan berhati-hati dalam menyusun serta melaksanakan program dan kegiatan.
Dalam situasi tersebut, Andi Harun menekankan pentingnya penghematan anggaran serta belanja yang berbasis pada skala prioritas. Setiap penggunaan anggaran harus diarahkan untuk mendukung program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
“Penghematan dan belanja prioritas menjadi hal yang harus kita pegang bersama, namun pelayanan dasar kepada masyarakat tetap harus berjalan,” tegasnya.
Ia juga menekankan, tantangan yang dihadapi harus disikapi secara kolektif oleh seluruh jajaran pemerintah daerah. Dengan keterbatasan yang ada, aparatur pemerintah diharapkan tetap tangguh dan mampu memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
“Kita menghadapi situasi ini secara bersama-sama. Walaupun berada dalam kondisi yang sulit dan serba terbatas, pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Adapun sektor yang menjadi prioritas utama pemerintah kota meliputi pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta layanan publik lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah memastikan sektor-sektor tersebut tetap menjadi fokus utama dalam perencanaan dan penganggaran ke depan.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya tetap menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan penganggaran,” pungkasnya.

