Insitekaltim, Pasuruan — Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mulai mempercepat transformasi layanan kesehatan primer dengan mengintegrasikan seluruh layanan Puskesmas, Posyandu hingga penguatan layanan rehabilitasi penyalahguna narkoba melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Komitmen itu ditegaskan dalam Jambore Insan Kesehatan 2025 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan di Gedung Kesenian Dharmoyudho pada Jumat, 28 November 2025.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 insan kesehatan, terdiri dari 800 kader dan 400 tenaga kesehatan.
Kepala Dinkes Pasuruan, Shierly Marlena menyampaikan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan tahunan melainkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus momentum penguatan arah kebijakan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan terintegrasi.
“Transformasi layanan primer menjadi fokus kami. Saat ini sebanyak 275 Posyandu sudah beralih menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Dinkes juga menargetkan peningkatan kualitas layanan di Puskesmas dan Pustu melalui skema Integrasi Layanan Primer (ILP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan lebih mudah diakses, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan turut meluncurkan layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sebagai fasilitas bagi penyalahguna narkoba untuk menjalani proses pelaporan, asesmen, rehabilitasi, dan pendampingan tanpa stigma.
Dua Puskesmas ditunjuk sebagai lokasi IPWL yakni Puskesmas Sekargadung dan Puskesmas Trajeng.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan kader yang selama ini menjadi garda terdepan di lapangan.
Menurutnya, berbagai capaian dan inovasi di sektor kesehatan membuktikan kualitas layanan di Kota Pasuruan terus mengalami peningkatan.
“Peningkatan indikator kesehatan adalah hasil kerja keras bersama, bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi seluruh jejaring di tingkat masyarakat,” katanya.
Adi Wibowo menegaskan, penguatan layanan primer dan hadirnya IPWL menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Jambore Insan Kesehatan 2025, Pemkot Pasuruan berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin solid dalam menciptakan layanan kesehatan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

