
Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai meninggalkan model lama jembatan penyeberangan orang (JPO) dan beralih ke sistem penyeberangan yang dinilai lebih aman, praktis, dan inklusif. Hal ini ditandai dengan pembongkaran sejumlah JPO di beberapa titik kota.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menegaskan, pembongkaran tersebut bukan keputusan spontan melainkan berdasarkan evaluasi keselamatan dan efektivitas fasilitas penyeberangan bagi masyarakat.
“Saat ini hampir semua JPO yang ada kita robohkan karena memang terkait faktor keselamatan,” ujar Deni pada Jumat, 28 November 2025.
Menurutnya, banyak JPO yang sudah tidak memenuhi standar keamanan dan justru berpotensi membahayakan pengguna apabila terus dipertahankan.
Selain itu, fasilitas tersebut dinilai kurang efektif karena tidak lagi diminati masyarakat. Terkait kemungkinan pembangunan JPO baru, Deni menyebut hal itu masih terbuka, namun belum ada keputusan pasti. Pemerintah masih menunggu hasil kajian kebutuhan serta arah kebijakan transportasi ke depan.
“Kita belum tahu apakah nanti ada perencanaan atau perizinan untuk membangun JPO lagi. Semua masih menunggu kajian dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Deni mengungkapkan, arah kebijakan penyeberangan di Kota Samarinda saat ini lebih condong pada penggunaan pelican crossing sebagai solusi utama. Fasilitas ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
“Ke depan ini sepertinya semuanya akan menggunakan pelican crossing,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu kelemahan utama JPO adalah aksesibilitasnya yang kurang ramah bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, karena mengharuskan pengguna naik dan turun tangga.
“Kalau JPO kan harus naik, menyeberang di atas, lalu turun lagi. Itu berat bagi sebagian orang,” ujarnya.
Sebaliknya, pelican crossing memungkinkan pejalan kaki menyeberang langsung di permukaan jalan dengan bantuan lampu lalu lintas yang menghentikan arus kendaraan.
“Pelican crossing itu lebih simpel dan lebih ramah, termasuk untuk penyandang disabilitas,” tambahnya.
Deni berharap, peralihan dari JPO ke pelican crossing ini dapat mewujudkan sistem penyeberangan yang lebih aman, ramah bagi semua kalangan, sekaligus mendukung wajah Samarinda sebagai kota yang modern dan berorientasi pada keselamatan serta aksesibilitas publik.

