Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026

    Empat Final Ideal Piala Dunia 2026: Ada Ulangan Qatar 2022 hingga Duel Messi-Yamal

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Bubarkan JPO Lama, Samarinda Beralih ke Pelican Crossing yang Lebih Aman dan Ramah Disabilitas
    DPRD Samarinda

    Bubarkan JPO Lama, Samarinda Beralih ke Pelican Crossing yang Lebih Aman dan Ramah Disabilitas

    GilangBy GilangNovember 28, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai meninggalkan model lama jembatan penyeberangan orang (JPO) dan beralih ke sistem penyeberangan yang dinilai lebih aman, praktis, dan inklusif. Hal ini ditandai dengan pembongkaran sejumlah JPO di beberapa titik kota.

    Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menegaskan, pembongkaran tersebut bukan keputusan spontan melainkan berdasarkan evaluasi keselamatan dan efektivitas fasilitas penyeberangan bagi masyarakat.

    “Saat ini hampir semua JPO yang ada kita robohkan karena memang terkait faktor keselamatan,” ujar Deni pada Jumat, 28 November 2025.

    Menurutnya, banyak JPO yang sudah tidak memenuhi standar keamanan dan justru berpotensi membahayakan pengguna apabila terus dipertahankan.

    Selain itu, fasilitas tersebut dinilai kurang efektif karena tidak lagi diminati masyarakat. Terkait kemungkinan pembangunan JPO baru, Deni menyebut hal itu masih terbuka, namun belum ada keputusan pasti. Pemerintah masih menunggu hasil kajian kebutuhan serta arah kebijakan transportasi ke depan.

    “Kita belum tahu apakah nanti ada perencanaan atau perizinan untuk membangun JPO lagi. Semua masih menunggu kajian dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

    Deni mengungkapkan, arah kebijakan penyeberangan di Kota Samarinda saat ini lebih condong pada penggunaan pelican crossing sebagai solusi utama. Fasilitas ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

    “Ke depan ini sepertinya semuanya akan menggunakan pelican crossing,” katanya.

    Ia menjelaskan, salah satu kelemahan utama JPO adalah aksesibilitasnya yang kurang ramah bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, karena mengharuskan pengguna naik dan turun tangga.

    “Kalau JPO kan harus naik, menyeberang di atas, lalu turun lagi. Itu berat bagi sebagian orang,” ujarnya.

    Sebaliknya, pelican crossing memungkinkan pejalan kaki menyeberang langsung di permukaan jalan dengan bantuan lampu lalu lintas yang menghentikan arus kendaraan.

    “Pelican crossing itu lebih simpel dan lebih ramah, termasuk untuk penyandang disabilitas,” tambahnya.

    Deni berharap, peralihan dari JPO ke pelican crossing ini dapat mewujudkan sistem penyeberangan yang lebih aman, ramah bagi semua kalangan, sekaligus mendukung wajah Samarinda sebagai kota yang modern dan berorientasi pada keselamatan serta aksesibilitas publik.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Gilang

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Nur AjijahJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Angka prevalensi stunting di Kota Samarinda terus menunjukkan tren penurunan, dari 20…

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026

    Empat Final Ideal Piala Dunia 2026: Ada Ulangan Qatar 2022 hingga Duel Messi-Yamal

    Juli 14, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan Kaltim

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,213 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.