Insitekaltim, Jakarta — Di era yang serba cepat dan berbasis teknologi, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kemampuan memimpin secara digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama bagi setiap pemimpin birokrasi. Menurutnya, kepemimpinan digital menjadi kunci agar pemerintahan mampu beradaptasi, bekerja lebih efisien, dan memberikan layanan publik yang mudah diakses masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sri Wahyuni dalam Askompsi Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025 yang berlangsung di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis, 6 November 2025. Dalam paparannya, ia menguraikan perjalanan panjang transformasi digital yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Digital adalah jalan menuju birokrasi yang lebih efisien dan mudah diakses,” ujarnya.
Sri menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pemerintahan tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi dimulai dari perubahan pola pikir para ASN. Karena itu, Pemprov Kaltim terus menggelar berbagai pelatihan seperti Government Chief Information Officer (GCIO) dan Digital Leadership untuk membentuk aparatur yang tanggap terhadap perkembangan teknologi.
“Mindset digital harus terbentuk terlebih dahulu sebelum bicara sistem dan aplikasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltim kini fokus memperkuat ekosistem digital melalui penyederhanaan proses bisnis, verifikasi layanan publik, serta penyusunan arsitektur data dan aplikasi yang terintegrasi. Konsolidasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga terus diperkuat di seluruh perangkat daerah.
Peningkatan Indeks SPBE Kaltim yang kini mencapai skor 4,30 pada 2025 menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan digital telah membawa perubahan signifikan.
“Data yang valid adalah dasar dari kebijakan yang tepat dan efektif, terutama untuk isu seperti kemiskinan, stunting, dan ekonomi,” jelasnya.
Menutup paparannya, Sri Wahyuni menekankan pentingnya mempertahankan semangat kepemimpinan digital agar transformasi birokrasi di Kaltim terus berlanjut.
“Dengan digital leadership, kita dapat membawa pelayanan publik menuju standar yang lebih baik,” pungkasnya.

