Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    Mei 31, 2026

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Asosiasi Pedagang Beras Nilai Kebijakan Izin Merek Dinilai Hambat Distribusi Beras di Kaltim
    Kaltim

    Asosiasi Pedagang Beras Nilai Kebijakan Izin Merek Dinilai Hambat Distribusi Beras di Kaltim

    MartinusBy MartinusAgustus 14, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Asosiasi Pedagang Beras Kaltim, H Muhammad Nasir.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Asosiasi Pedagang Beras Kalimantan Timur H Muhammad Nasir menegaskan aturan izin merek yang diterapkan Kementerian Hukum dan HAM berpotensi mengganggu distribusi beras medium di daerah.

    Nasir, yang juga pemilik Toko Hery Jaya NSR, menilai kebijakan tersebut menjadi hambatan bagi peredaran tiga merek beras populer, Jempol, Ketupat, dan Mawar, yang selama ini menguasai sekitar 80 persen pangsa pasar beras medium di Kalimantan Timur.

    “Kami pedagang takut mendatangkan beras karena harus ada izinnya. Tapi tiga merek besar seperti Jempol, Ketupat, dan Mawar tidak bisa diizinkan di Kemenkum karena sudah menjadi merek umum yang dimiliki banyak orang, bahkan secara nasional,” ujar Nasir, Kamis, 14 Agustus 2025.

    Menurutnya, Kaltim hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan beras dari produksi lokal. Sisanya didatangkan dari Sulawesi dan Jawa.

    Ia memperingatkan, jika distribusi tiga merek tersebut tersendat, pasar akan terguncang dan masyarakat kesulitan mendapatkan beras yang biasa mereka konsumsi.

    “Kalau pasokan tiga merek ini terhambat, pasar akan terguncang. Masyarakat kesulitan mendapatkan beras yang biasa mereka konsumsi, dan harga bisa melonjak,” katanya.

    Nasir menambahkan, tekanan terhadap pedagang semakin besar sejak penerapan aturan harga eceran tertinggi dan maraknya tuduhan pengoplosan.

    Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah segera mencari solusi yang realistis agar pasokan tetap terjaga.

    “Kami butuh solusi cepat. Jangan sampai aturan justru mematikan pasokan dan merugikan masyarakat. Kalau masalah ini dibiarkan, stok beras bisa terganggu dan Kaltim terancam krisis pasokan,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Perdagangan untuk membahas potensi kelangkaan beras medium di pasar. Menurutnya, DPRD perlu memahami secara utuh akar persoalan sebelum mengambil langkah.

    “Kita harus tahu dulu permasalahannya apa. Kalau memang karena cuaca yang sedang buruk, tentu kita cari solusi yang tepat. Tapi kalau karena permainan distributor atau agen, kita harus turun tangan,” kata Iswandi.

    Ia menilai, melibatkan badan usaha milik daerah seperti Varia Niaga bisa menjadi salah satu opsi menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga. Namun, ia menegaskan pentingnya dasar data yang kuat sebelum membuat kebijakan.

    “Kita tidak ingin mengambil kebijakan secara asal-asalan. Datanya harus valid dulu. Harapannya, masalah kelangkaan dan gejolak harga ini bisa diatasi agar tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

    H Muhammad Nasir Iswandi Izin Merek Toko Hery Jaya NSR
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Kaltim Tegas! Pabrik Dilarang Pangkas Harga Sawit Sepihak Usai Kebijakan Ekspor SDA

    Mei 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    R’syaMei 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan profesi petani tidak hanya dipandang sebagai…

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,112 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.