Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Diskominfo Kaltim Buka Web Pengaduan, Faisal: Keluhannya Beragam
    Diskominfo Kaltim

    Diskominfo Kaltim Buka Web Pengaduan, Faisal: Keluhannya Beragam

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 8, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan pentingnya pemanfaatan SP4N-LAPOR sebagai saluran resmi pengaduan masyarakat serta mengenalkan kembali peran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

    Faisal memaparkan dinamika penggunaan kanal SP4N-LAPOR. Menurutnya, dari tiga jenis laporan yang diterima yakni pengaduan, aspirasi, dan permintaan informasi, pengaduan masih menjadi yang paling dominan.

    “Secara umum, pengaduan yang masuk banyak berkaitan dengan isu lingkungan, kerusakan alam, kehutanan dan juga kepegawaian. Kadang tergantung waktu, misalnya saat momen THR atau naiknya harga BBM, lalu lintas aduan bisa meningkat,” ungkap Faisal usai menghadiri “LAPOR! dan PPID Kaltim Goes to School” yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Samarinda, Jumat 8 Agustus 2025.

    Ia menyebut, jumlah laporan di Kalimantan Timur sekitar 1.000 kasus per tahun, relatif tidak banyak. Namun demikian, menurut Faisal, masih ada tantangan dalam penyebaran informasi dan sosialisasi kanal ini.

    “Salah satu kendalanya, masih ada daerah yang membuat kanal pengaduan sendiri. Ini terkadang membingungkan masyarakat dan membuat niat baik pemerintah pusat jadi tidak maksimal. Apalagi di masa-masa politik seperti pilkada, banyak pihak berlomba-lomba membuka kanal mereka sendiri,” terangnya.

    Meskipun demikian, Faisal menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjembatani keterbatasan, termasuk di wilayah-wilayah yang sulit sinyal.

    “Kami minta bantuan desa, jika tidak bisa online, mereka bisa kirim ke kami lewat WhatsApp. Nanti kami bantu input ke sistem pusat,” ujarnya.

    Diskominfo Kaltim juga tengah menyiapkan peluncuran sistem baru “Sakti Gemas” yang akan mendukung pelayanan pengaduan publik berbasis kecerdasan buatan (AI). Meski masih dalam tahap awal, Faisal menyatakan pencapaian timnya sudah cukup memuaskan.

    “Dalam 100 hari kerja, sistem SP4N-LAPOR versi awal sudah kami luncurkan, meski masih satu arah. Tahun depan, sistem akan di-update agar interaktif, termasuk integrasi ke layanan perbankan. Kami sadar semua butuh proses, dan saya bangga teman-teman bisa bekerja cepat dalam waktu singkat,” tandasnya.

    Faisal menegaskan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus melakukan upaya memperluas pemahaman publik tentang keterbukaan informasi dan kanal pengaduan resmi pemerintah.

    “Negara ini negara terbuka. Tidak ada satu pun informasi yang ditutup, apalagi badan publik yang menggunakan anggaran negara. Kalimantan Timur saat ini berada di peringkat tiga nasional dalam indeks keterbukaan informasi. Bahkan untuk nilai monitoring dan evaluasi, kami peringkat dua bersama Aceh,” bangga Faisal. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Muhammad Faisal PPID SP4N Lapor
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026

    Perisai Diri Kaltim: Pembinaan Silat Tak Hanya Kejar Prestasi

    Juni 15, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    R’syaJuni 20, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Praktik penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian…

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,158 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.