Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan rumah layak huni yang merata di seluruh kabupaten dan kota, termasuk wilayah-wilayah terluar seperti Mahakam Ulu.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kaltim ke-22 di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Rabu, 9 Juli 2025.
Arief menyebut bahwa pembangunan rumah layak huni bukan hanya berfokus di kota-kota besar, namun juga menyasar daerah yang masih memiliki angka kemiskinan dan ketimpangan infrastruktur yang tinggi. Oleh karena itu, upaya awal yang dilakukan pemerintah adalah melakukan identifikasi wilayah prioritas.
“Kita berharap semua daerah bisa merata. Jadi tahap awal memang ada proses identifikasi daerah-daerah mana yang memang layak dan membutuhkan. Dalam hal ini, kita libatkan pemerintah daerah setempat (RT, desa, kecamatan, dan kabupaten),” jelasnya.
Identifikasi tersebut, lanjut Arief, akan menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan rumah layak huni secara tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim memiliki Badan Pengelola Rumah Layak Huni yang berada di bawah koordinasi biro terkait, dan badan ini akan melakukan verifikasi serta pengecekan langsung ke lokasi bersama pemerintah setempat.
“Kami memiliki Badan Pengelola Rumah Layak Huni di bawah biro. Mereka akan turun ke lapangan bersama pemda untuk mengecek langsung, memastikan bahwa lokasi memang layak dibantu,” ujarnya.
Arief optimistis bahwa seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur pada dasarnya telah memiliki program serupa, meski kapasitas atau jumlah unit rumah yang dibangun bisa saja berbeda antarwilayah. Oleh karena itu, ia berharap ada peningkatan sinergi antarinstansi agar target pemerataan bisa dicapai.
“Kalau saya lihat, semua kabupaten/kota sudah ada program pembangunan rumah layak huni. Hanya saja, mungkin unitnya masih berbeda-beda. Harapan kami, nanti bukan hanya kota-kota besar yang dibantu, tetapi juga sampai ke Mahulu,” katanya.
Salah satu tantangan utama dalam pembangunan di wilayah terpencil seperti Mahakam Ulu adalah persoalan infrastruktur, terutama akses jalan. Arief menegaskan bahwa kondisi jalan yang baik akan sangat menentukan kelancaran distribusi material bangunan seperti semen dan batu, yang kerap menjadi kendala logistik.
“Kita tahu bahwa ketika kita ingin membangun rumah, mobilisasi material seperti semen dan batu itu sangat penting. Tapi kalau infrastrukturnya belum bagus, harga bisa jauh berbeda dan distribusi bisa terkendala. Maka kita juga dorong perbaikan jalan sebagai pendukung utama program ini,” jelasnya.
Arief menyatakan bahwa Pemprov Kaltim menargetkan pembangunan unit rumah layak huni dapat merata di seluruh wilayah pada tahun ini. Dengan infrastruktur yang membaik dan perencanaan yang matang, ia yakin lebih banyak masyarakat bisa menikmati manfaat program ini secara adil.
“Kita ingin tahun ini pembangunan rumah layak huni benar-benar merata di seluruh kabupaten/kota. Kalau infrastruktur bagus dan distribusi lancar, kita bisa bangun lebih banyak unit, termasuk di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan pemerintah kabupaten/kota, untuk terus bersinergi mendorong kesejahteraan rakyat melalui hunian yang sehat, aman, dan layak huni. (Adv/Diskominfokaltom)
Editor: Sukri