
Insitekaltim, Kukar – Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan komitmennya terhadap peningkatan fasilitas infrastruktur bagi penyandang disabilitas saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026 yang digelar Selasa, 22 April 2025.
Di hadapan para peserta musrenbang, Edi menyampaikan bahwa pembangunan inklusif menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan Kukar ke depan.
“Saya menyambut baik dan berterima kasih terkait masukan mengenai disabilitas. Memang beberapa infrastruktur yang existing itu masih terbatas fasilitasnya untuk disabilitas, tapi ini terus dilakukan, apalagi pada pembangunan baru maupun yang lama yang sudah kita lengkapi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif atas kepedulian pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, yang selama ini sering kali terpinggirkan dalam perencanaan pembangunan.
Bupati Edi menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas tidak bisa dilakukan secara instan. Ia mengakui bahwa masih ada beberapa fasilitas umum yang belum memenuhi standar teknis, termasuk bangunan baru seperti menara (tower) yang sempat menjadi sorotan masyarakat.
“Benar yang disampaikan tadi akan menjadi catatan dan dilakukan secara bertahap. Memang persoalan teknis ini tidak hanya untuk disabilitas, tetapi yang umum saja masih ada beberapa kritikan,” bebernya.
Selain pembangunan fisik, Edi menekankan pentingnya pemberdayaan penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang inklusif tidak hanya sebatas penyediaan akses fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi.
“Disabilitas hari ini bukan hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi program pemberdayaan juga terus kita lakukan. Konsistensinya yang saya harapkan ke depan,” tegas Edi.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah memfasilitasi berbagai pelatihan seperti pelatihan barbershop yang diikuti oleh anak-anak disabilitas. Ia berharap ke depan, kelompok ini dapat lebih dilibatkan dalam diskusi teknis, terutama yang menyangkut penyediaan fasilitas umum.
“Tolong dilibatkan dalam beberapa diskusi untuk merumuskan teknisnya karena mereka sendirilah yang merasakannya,” ujarnya.
Lebih jauh, Edi juga menyampaikan harapannya agar perusahaan-perusahaan di Kukar membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa banyak dari mereka yang telah menunjukkan etos kerja tinggi dan pantas diberikan ruang lebih luas dalam dunia kerja.
“Kami sudah pernah mengimbau pihak perusahaan yang berada di Kutai Kartanegara untuk memberikan ruang kepada anak-anak disabilitas ini agar dapat bekerja sesuai dengan profesi yang bisa mereka lakukan,” katanya.
Selama ini, sambungnya, penyandang disabilitas yang telah diberi kesempatan kerja menunjukkan hasil yang membanggakan.
“Kami sendiri menyaksikan, kerjanya lebih rajin, lebih disiplin, dan lebih tekun daripada kita,” katanya.
Dengan pernyataan ini, Bupati Kukar menunjukkan bahwa pembangunan inklusif adalah komitmen nyata, bukan sekadar wacana. Tentu, masyarakat berharap agar janji ini terus dijalankan dengan konsisten, demi terciptanya Kutai Kartanegara yang ramah dan adil bagi semua warganya. (Adv)