
Insitekaltim, Kukar – Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Sabtu, 19 April 2025 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kukar. Dalam acara silaturahmi dan Halal Bihalal bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kukar di Pendopo Bupati Kukar, Minggu 6 April 2025, Bupati Edi Damansyah menyampaikan ajakan kepada seluruh warga untuk turut serta menyukseskan PSU.
“Silaturahmi yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran bersama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya mengajak seluruh Nahdiyin dan warga Kukar untuk bersama-sama menyukseskan Pemilihan Suara Ulang,” ujar Edi Damansyah di hadapan para tokoh NU.
Menurutnya, keberhasilan PSU bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen masyarakat. Ia mengimbau agar warga aktif menyampaikan informasi tentang pelaksanaan PSU kepada lingkungan sekitar.
“Cara menyukseskan PSU itu dimulai dari hal sederhana. Sampaikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang di sekitar tempat tinggal kita bahwa pada hari Sabtu, tanggal 19 April 2025, kita semua harus datang ke TPS dan menggunakan hak pilih kita,” ucap Edi.
Bupati Edi juga menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi rendahnya partisipasi pemilih pada PSU kali ini. Menurutnya, situasi ini dipicu oleh rasa kecewa dan kelelahan masyarakat akibat proses pemilu yang berulang.
“Ada kekhawatiran bahwa partisipasi akan menurun karena kejenuhan atau bahkan rasa kecewa. Tapi saya minta tolong kepada seluruh warga Kukar, gunakan hak suara kalian. Ini bukan sekadar soal memilih, ini tentang masa depan Kukar,” tegasnya.
Dengan nada emosional, Edi menyampaikan ajakan yang menyentuh hati para hadirin. “Tolong, kalau kalian sayang saya. Kalau kalian sayang Kutai Kartanegara, maka pada Hari Sabtu, 19 April 2025 datanglah ke TPS. Jangan Golput. Satu suara kalian sangat berarti,” pintanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan daerah selama pelaksanaan PSU berlangsung.
“Kita harus jaga Kukar dengan baik, jaga kondusifitas wilayah kita. Jangan sampai ada perpecahan hanya karena perbedaan pilihan. Kita semua bersaudara,” tambah Edi.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kukar. Momentum Halal Bihalal tersebut menjadi panggung strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan ormas keagamaan dalam menjaga harmoni sosial menjelang PSU. (Adv)

