Insitekaltim, Samarinda – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekonomi Industri Jasa dan Perdagangan Roby Ardiwidjaya menekankan pentingnya kesamaan cara pandang dalam mengembangkan wisata pedesaan yang berkelanjutan.

Dalam webinar BRIN Insight Every Friday bertajuk “Wisata Pedesaan Mendukung Percepatan Pembangunan Nasional dari Pinggir Berbasis Daya Tarik Indonesia”, disebutkan Roby terdapat tujuh prinsip utama formulasi strategi dalam wisata pedesaan.
“Pariwisata berhubungan erat dengan pergerakan manusia untuk mendapatkan pengalaman baru tanpa mengejar nafkah. Daya tariknya harus unik dan berakar pada budaya serta alam endemik,” ujar Roby, Jumat (27/12/2024).
Ia menambahkan bahwa pariwisata berkelanjutan mengedepankan konservasi untuk mencegah eksploitasi atau komersialisasi budaya dan alam.
Roby juga menekankan bahwa wisata pedesaan memberikan pengalaman berbasis observasi, interaksi, dan pengetahuan yang dapat memuaskan kebutuhan wisatawan melebihi ekspektasi.
“Pariwisata yang tumbuh alami dan berbasis masyarakat mampu memanfaatkan daya tarik lingkungan alam dan budaya untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan,” paparnya.
Dari segi keuntungan, wisata pedesaan disebut mampu mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan peluang usaha skala menengah ke bawah, serta meningkatkan pendapatan daerah dan devisa.
Selain itu, wisata pedesaan berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan budaya, pelibatan masyarakat dalam pembangunan, hingga meningkatkan kreativitas dan nilai tambah.
Namun, Roby juga mengingatkan adanya risiko kerugian seperti kerusakan lingkungan, perubahan nilai budaya, hingga meningkatnya komersialisasi dan konsumtivisme.
“Wisata pedesaan harus mampu menjaga identitas masyarakat dan mengelola potensi konflik sosial akibat perubahan gaya hidup,” imbuhnya.
Ia menjelaskan lima arah pengembangan wisata pedesaan yang harus diperhatikan. Wisata pedesaan harus sesuai norma budaya, diterima secara sosial, melibatkan masyarakat secara aktif, dilaksanakan secara adil tanpa diskriminasi, serta ramah lingkungan.
“Pendekatan ini memastikan wisata pedesaan tidak hanya mendukung pembangunan ekonomi tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan,” tutupnya.